TribunKaltim/

Desak DOB, Fahri Hamzah Ceritakan Persoalan Kabudaya

Timwas DPR RI Untuk Pembangunan Perbatasan melakukan kunjungan di perbatasan Kalimantan Utara tepatnya di wilayah Kabudaya, Kabupaten Nunukan.

Desak DOB, Fahri Hamzah Ceritakan Persoalan Kabudaya
tribunkaltim.co/niko ruru
Ketua Timwas DPR RI Untuk Pembangunan Perbatasan, Fahri Hamzah saat berkunjung ke wilayah Kabudaya, Kabupaten Nunukan beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
 
TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN- Ketua Tim Pengawas DPR RI Untuk Pembangunan Perbatasan, Fahri Hamzah menegaskan, pihaknya telah berkomitmen dan mendorong pemekaran daerah otonomi baru di beberapa titik perbatasan.

Hal itu sebagai salah satu cara untuk mendekatkan administrasi kependudukan dan pelayanan publik.

Wakil Ketua DPR RI ini ingin negara dirasarkan hadir di tengah-tengah rakyat perbatasan. Diapun menceritakan persoalan di wilayah Kabudaya, Kabupaten Nunukan saat berkunjung beberapa waktu lalu.

Kabupaten Bumi Dayak (Kabudaya) Perbatasan merupakan calon daerah otonomi baru di Kalimantan Utara yang mencakup Kecamatan Sembakung, Kecamatan Lumbis, Kecamatan Sebuku, Kecamatan Lumbis Ogong, Kecamatan Tulin Onsoi dan Kecamatan Sembakung Atulai di Kabupaten Nunukan.

Baca: Rumusan Rekomendasi Wantannas Bahas DOB Kabudaya Perbatasan

Baca: Mendapat Dukungan, Presidium DOB Kabudaya Undang Ketua DPR RI

“Timwas DPR RI Untuk Pembangunan Perbatasan melakukan kunjungan di perbatasan Kalimantan Utara tepatnya di wilayah Kabudaya, Kabupaten Nunukan.

Persoalan perbatasan di sana sangat kompleks sekali,” ujarnya, Rabu (12/7/2017) pada Rapat Koordinasi Pengendalian Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2017 seperti disampaikan Koordinator Wilayah Kalimantan Forum Komunikasi Nasional Percepatan Calon DOB se-Indonesia, Lumbis S Sos kepada TRIBUNKALTIM.CO.

Fahri menyebut persoalan di perbatasan seperti jauhnya rentang kendali pusat pemerintahan dan persoalan sengketa batas negara yang harus menjadi perhatian serius.

“Bayangkan jika 21 desa di sana ambil sikap! Oleh karena itu DOB adalah salah satu opsi tepat untuk memperkuat dan mengikat entitas wilayah dan bangsa agar jelas dan tetap bagian dari NKRI,” ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Niko Ruru
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help