TribunKaltim/
Home »

Opini

Opini

Sudut Pandang Anak di Tahun Ajaran Baru

Ada baiknya, kita sebagai orang tua, juga bisa melihat sudut pandang anak dalam menghadapi episode baru mereka

Sudut Pandang Anak di Tahun Ajaran Baru
Surya/Haorrahman
Orangtua mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah di SD Negeri 4 Penganjuran, Kabupaten Banyuwangi, Senin (18/7/2016). 

Oleh : Baldwine Honest, M.Pd
honestbaldwine@yahoo.co.id

Tahun ajaran baru sebentar lagi dimulai. Mulai dari jenjang paling awal memasuki dunia pendidikan, yaitu mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga jenjang Sekolah Menengah Umum (SMA) atau yang sederajat. Untuk tahun ini, di Kalimantan Timur, ajaran baru akan dimulai pada hari Senin, 17 Juli 2017.
Tahun ajaran baru, merupakan awal tahun pembelajaran yang bagi sebagian orang sangat dinantikan. Tahun ganti jenjang, ganti kelas, serta tahun baru masuk sekolah, yang sungguh memerlukan persiapan. Orangtua tentu saja harus mempersiapkan dana, jadwal harian yang berubah, dan persiapan mental melepas anak-anaknya ke sekolah. Baik yang baru mau masuk sekolah baru, maupun yang naik jenjang.
Ada baiknya, kita sebagai orang tua, juga bisa melihat sudut pandang anak dalam menghadapi episode baru mereka, karena pada dasarnya setiap anak itu unik dan cerdas. Agar mereka bersemangat menghabiskan hari-hari mereka di sekolah bersama teman-teman dan guru-guru. Yang pasti, di awal tahun ajaran baru, hal terpenting adalah mengantar mereka saat hari pertama sekolah. Karena disitulah, saat pertama emosi positif dan percaya diri anak mulai terbangun.
Anak usia 3 -7 tahun
Di usia ini, sudut pandang anak tentang sekolah bisa saja sesuatu yang menyenangkan karena bisa bermain bersama teman-temannya, bisa jadi sesuatu yang menakutkan karena harus berpisah dengan orang tua mereka. Menemani anak di minggu pertama sekolah, juga selalu berkomunikasi dengan guru, bisa menjadi solusi selama anak beradaptasi. Tidak perlu terlalu memaksakan anak, karena pada tahap ini, masa anak-anak bermain dan bergembira. Sangat penting bagi orang tua untuk selalu menyamakan persepsi tentang pembelajaran di sekolah dengan pihak sekolah. Komunikasi rutin untuk mengetahui setiap tahap perkembangan anak.
Anak usia 7 - 13 tahun.
Untuk yang baru kelas 1 SD, pastilah sekolah merupakan sebuah tantangan baru. Karena masa Taman Kanak-Kanak yang penuh dengan permainan sudah harus ditinggalkan. Menemani mereka berkenalan dengan teman-teman baru dan gurunya bisa membantu mengatasi hal-hal negatif yang anak bayangkan sebelumnya. Untuk anak yang naik jenjang, sudut pandang mereka tentang sekolah pasti berbeda. Mereka sudah kenal teman-teman dan guru-guru yang mengajar. Beri motivasi dan semangat bahwa mereka hebat dan bisa belajar dengan baik. Anak-anak usia ini sudah bisa diajarkan dan terbiasa untuk disiplin dan bertanggung jawab.
Anak usia 13- 18 tahun.
Bagi yang baru masuk SMP atau SMU, biasanya merasakan bahwa mereka sekarang sudah besar dan dewasa. Tetap damping mereka, dan terus berkomunikasi dengan guru kelasnya. Orangtua harus mulai memahami bahwa anak di usia ini sudah menginjak remaja, yang mulai mencari jati diri. Ajak anak untuk sering berbagi cerita, curhat, dan ajak pula teman-temannya untuk akrab dengan kita. Dengan begitu kita bisa mengontrol anak tanpa harus mengekang dan jiwa jati diri anak akan terbentuk dengan baik karena adanya kepercayaan dari orangtua.
Dengan melihat dan memahami sudut pandang anak sesuai tahapan usianya, berarti kita telah menempatkan anak pada proporsi yang sebenarnya yaitu menghargai anak sebagai individu yang unik yang memiliki kemauan, minat dan pribadi masing-masing.anak akan bersemangat sekolah, karena orang tua dan lingkungannya memahami dan mendukung. Dan merekapun berkata penuh semangat : Aku siap sekolah ! (*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help