TribunKaltim/

Truk CPO Disebut Sebagai Penyebab Jalan Longsor di Jalan Poros Samarinda-Berau

Badan jalan nyaris terputus. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan longsoran akan semakin parah.

Truk CPO Disebut Sebagai Penyebab Jalan Longsor di Jalan Poros Samarinda-Berau
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Truk-truk CPO yang melintas di kawasan ini disebut-sebut sebagai penyebab rusaknya jalan di sejumlah titik karena muatan yang melebihi kapasitas jalan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kondisi jalan yang longsor di Kilometer 24 dan Kilometer 39 di Kecamatan Kelay cukup parah.

Badan jalan nyaris terputus. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan longsoran akan semakin parah dan membuat jalan poros Berau-Samarinda ini terputus total, sehingga dapat menganggu aksesibilitas masyarakat, termasuk masyarakat di Kalimantan Utara.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Bambang mengatakan, ada beberapa titik rawan terputus, diantaranya Kilometer 24, Kilometer 23, dan Kilometer 39.

Bambang menyebutkan, kerusakan jalan tersebut diakibatkan gerusan debit air hujan yang cukup tinggi. Sehingga badan jalan terseret ke dalam jurang dan membuat badan jalan amblas di kedalaman sekitar 10 meter.

Dirinya juga menegaskan, kerusakan jalan bukan hanya karena faktor alam, namun juga karena beban kendaraan yang melebihi kapasitas jalan yang hanya 10 ton, sementara kendaraan yang melintas melebihi 15 ton.

“Pantauan BPBD, yang pasti penyebabnya curah hujan, kedua karena kendaraan bermuatan berat, kendaraan (pengangkut) CPO, setiap hari melintas 24 jam setiap hari, kecuali hari Minggu, karena muatan yang berlebih menyebakan badan jalan mengalami kerusakan yang cukup parah,” ungkapnya, Kamis (13/7/2017) pukul 13.40 wita. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help