TribunKaltim/

Zuhdi Yahya Kaget, Olahraga Asal Perancis Ini Masuk Indonesia Pertama Kali di Kaltim

Sementara itu terkait lapangan Petanque, Zuhdi mengakui KONI Kaltim saat ini belum memiliki venue tersebut.

Zuhdi Yahya Kaget, Olahraga Asal Perancis Ini Masuk Indonesia Pertama Kali di Kaltim
TRIBUN KALTIM / CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Pelantikan pengurus FOPI Kaltim, di Rosela Room Grand Kartika Hotel, Jl KH Khalid, Samarinda, Kalimantan Timur Rabu (12/7/2017) malam. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Cornel Dimas

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pengprov Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kaltim masa bakti 2015-2019 baru saja dilantik.

Meski tergolong cabang olahraga baru, Petanque pertama kali hadir di Indonesia berawal dari Kaltim.

Menurut penuturan Ketua PB Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI), Caca Isa Saleh, Petanque merupakan olahraga yang berasal dari Perancis.

"Olahraga ini asalnya dari Perancis. Tapi dibawa ke Indonesia pertama kali ada di Kaltim sekitar tahun 70-an, itu sudah ada. Jadi ada kontraktor dan pekerja asal Perancis di perusahaan Total yang membawa olahraga itu ke Kaltim. Sayangnya saat itu kurang berkembang di Indonesia," ungkapnya di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (12/7/2017) pukul 19.00 Wita.

Ketua KONI Kaltim, Zuhdi Yahya mengaku kaget mendengar cikal bakal Petanque di Indonesia.

Ia menilai hal itu sebagai motivasi agar Pengprov FOPI Kaltim bisa terus mengembangkan Petanque berjaya di tingkat nasional maupun internasional.

"Saya tadi kaget ternyata Petanque berawal dari Kaltim. Harapan kita paling tidak pembinaan lebih awal dari Kaltim. Bukan tidak mungkin Petanque bisa menjadi cabor andalan Kaltim, karena prestasi waktu eksebishi PON 2016 kemarin sangat bagus sebagai cabor baru," ungkap Zuhdi.

Zuhdi mengingatkan agar Pengprov FOPI Kaltim bisa segera menyiapkan agenda Praporprov. Apalagi Petanque termasuk cabor yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 Kutai Timur. Nantinya Petanque mempertandingkan 11 nomor di Porprov.

"Atletnya sebetulnya tidak terlalu banyak. 3 putra 3 putri sudah bisa mengikuti 11 nomor. Artinya dengan membina 6 atlet saja, itu sudah bisa ikut 11 nomor. Saya harap ini dimaksimalkan," tuturnya.

Sementara itu terkait lapangan Petanque, Zuhdi mengakui KONI Kaltim saat ini belum memiliki venue tersebut.

Bahkan FOPI Kaltim beberapa kali berlatih nomaden. Terkadang di kawasan Alaya dan GOR Sempaja, Samarinda. Namun setidaknya di Kaltim ada lapangan Petanque yang dikelola perusahaan.

"Venue saja yang belum tapi saya yakin itu tidak sulit. Karena luas lapangannya 4 X 15 Meter. Bisa digunakan di lintasan atletik. Tapi juga semoga ini bagaimana nanti kita bisa komunikasi dengan PT Total. Kalau lapangannya masih ada, ya kita bisa gunakan di sana," ucap Zuhdi. (*)

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help