Berita Pemkab Penajam Paser Utara

Ikat Waru Siap Tampilkan Seni Budaya Toraja di Buen Festival

Ikatan Keluarga Toraja (Ikat) Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyatakan akan ambil bagian dalam Buen Festival.

Ikat Waru Siap Tampilkan Seni Budaya Toraja di Buen Festival
HO/Humas Pemkab PPU
Sejumlah warga dari Komunitas Ikatan Keluarga Toraja (Ikat) mengangkat rumah Toraja saat perayaan Buen Festival tahun lalu. Tahun ini Ikat juga akan berpartisipasi dalam ajang yang sama. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Ikatan Keluarga Toraja (Ikat) Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyatakan akan ambil bagian dalam Buen Festival, 4-6 Agustus di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru. Ikat akan menampilkan berbagai seni budaya khas Toraja.

Salah satu tokoh pemuda Ikat Waru, Fery menyatakan, akan mengikutsertakan Ikat untuk menjadi bagian dalam pagelaran Buen Festival termasuk menampilkan kebudayaan Toraja yang ada di Kabupaten PPU khususnya yang berada di Kecamatan Waru

Ia menjelaskan, keikutsertaan ini merupakan salah satu bentuk kecintaan terhadap budaya yang sudah turun temurun, serta termasuk bagian dari rasa syukur dan penghormatan terhadap kelangsungan budaya yang bermacam-macam dan beragam baik suku maupun budaya, namun tetap hidup rukun dan saling menghormati satu sama lain di wilayah PPU.

Apalagi kata Fery, sebagai suku pendatang yang sudah lama berada dan menjadi bagian masyarakat PPU, keikutsertaan di tahun kedua ini merupakan bagian dari kecintaan perkumpulan Ikat yang ada di Kecamatan Waru terhadap kegiatan Buen Festival karena akan memberikan dampak positif

“Terutama menghidupkan kembali nilai-nilai sosial di lingkungan masyarakat dan menjadikan budaya sebagai alat pemersatu bangsa lewat kebhinekaan yang ada baik suku, agama maupun masyarakat yang berada di dalamnya,” katanya.

Ia menjelaskan, pada Buen Festival nanti akan menyuguhkan seni budaya maupun ritual adat secara bersama-sama dengan sejumlah tokoh adat dari suku lain.

Fery menjelaskan, Buen Festival tahun kedua ini merupakan salah satu bagian eksistensi Kabupaten PPU yang harus didukung secara penuh, dan harus terus dilestarikan sebagai wujud kecintaan berbudaya dalam lingkungan bermasyarakat

“Terlebih dengan banyaknya antusias masyarakat baik masyarakat lokal maupun luar Kaltim bahkan budayawan mancanegara juga akan ambil bagian dalam kegiatan ini,” katanya. (advertorial/humas13)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved