TribunKaltim/

Kuasa Hukum Mantan Sekdakot Samarinda yang Jadi Terpidana: Upaya PK, Tunggu Novum Baru

"Tidak ada yang berubah dari putusan tingkat banding. Hukumnnya 6 tahun (penjara)," ujarnya.

Kuasa Hukum Mantan Sekdakot Samarinda yang Jadi Terpidana: Upaya PK, Tunggu Novum Baru
tribunkaltim.co/budhi hartono
Josef Sabon mengenakan kemeja lengan panjang warna abu-abu mendampingi terpidana mantan Sekretaris Daerah Kota Samarinda (tahun 2010), Fadli Ila, di Kejari Samarinda, Jalan M Yamin, Jumat (14/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - ‎Setelah resmi menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Samarinda, terpidana Fadli Ila masih memiliki peluang melakukan upaya hukum peninjauan kembali (PK).

Hanya perlu mempelajari subtansi perkara Kavling Tanah Matang (KTM) tahun 2008 senilai Rp 43,5 miliar.

‎"Upaya hukum PK, mungkin saja bisa diajukan. Tapi, menunggu apakah ada novum (alat bukti baru). Kita akan mempelajari putusan kasasi dulu," kata penasihat hukum Josef Sabon, usai mendampingi kliennya Fadli Ila dititipkan ke Lapas Klas II A, Jalan sudirman, Samarinda, Jumat (14/7/2017).

Menurut dia, putusan tingkat kasasi hanya menguatkan putusan banding. "Tidak ada yang berubah dari putusan tingkat banding. Hukumnnya 6 tahun (penjara)," ujarnya.

Baca: BREAKING NEWS - Rugikan Negara Rp 18 Miliar, Mantan Sekda Kota Samarinda Dijebloskan ke Lapas

Baca: Pelimpahan Berkas KTM Molor karena Ada Perbaikan

Disinggung uang denda sebesar Rp 200 juta, Josef mengakui, kliennya belum membayar uang denda. "Kalau diajukan PK tidak menghalangi eksekusi (menjalani penahanan)," paparnya singkat.

Majelis hakim ditingkat kasasi, dipimpin hakim agung Artidjo Alkostar, MS Lumme dan Leopold Luhut Hutagalung.‎ "Relasnya baru diterima 5 Juli 2017. Klien kami menerima beberapa hari lalu (12 juli 2017)," ungkapnya.

Putusan tingkat kasasi, terpidana Fadli Ila dijerat pasal 3 dengan hukuman 6 tahun penjara, denda Rp ‎200 juta, subsidair 3 bulan kurungan penjara. "Uang dendanya belum dibayarkan," ujarnya. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help