TribunKaltim/

PNS Nunggak Kredit, BPR Black List Pegawai dan Instansinya

Bahkan, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) pun kini selektif menyetujui kredit PNS. Padahal, BPR sendiri merupakan bank milik Pemkot Samarinda.

PNS Nunggak Kredit, BPR Black List Pegawai dan Instansinya
tribunkaltim.co/rafan arif dwinanto
Direktur BPR Samarinda, BPR Desy Noviyanti 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kondisi keuangan Pemkot Samarinda yang tak menentu, membuat bank hati-hati memberikan kredit kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Bahkan, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) pun kini selektif menyetujui kredit PNS. Padahal, BPR sendiri merupakan bank milik Pemkot Samarinda.

Direktur BPR Desy Noviyanti mengakui, kondisi keuangan daerah berpengaruh terhadap kemampuan PNS, membayar kreditnya.

Menurut Desy, PNS lebih banyak mengajukan kredit bersifat konsumtif. Contohnya, untuk biaya pendidikan.

"Walaupun pinjamannya tidak besar, tapi kan banyak yang pinjam. Makanya tetap kita tagih," kata Desy.

BPR, kata Desy, kini memberlakukan black list alias daftar hitam. Tidak hanya bagi PNS dengan kredit macet. Black list juga diberlakukan untuk instansi tempat PNS tersebut, bernaung. 

 "Jadi, misal di satu instansi ada lima PNS yang pinjam. Empat pembayarannya lancar, dan ada satu yang tidak lancar. Nah, begitu PNS yang sudah lunas kreditnya ini mau mengajukan lagi, akan kita tolak. Karena ada satu temannya yang pembayarannya tidak bagus. Ini istilahnya tanggung renteng," urai Desy. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help