TribunKaltim/

Inilah Resep Jitu Sukses Wawancara Kerja Kasual bagi Generasi Milenial

Perlu diingat, tak disarankan mengenakan pakaian terlalu kasual karena Anda justru dianggap kurang termotivasi untuk bekerja.

Inilah Resep Jitu Sukses Wawancara Kerja Kasual bagi Generasi Milenial
CNN.COM
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Kian ketatnya persaingan kerja membuat tenaga profesional maupun fresh graduate harus terampil dalam menjual kompetensi diri. Jika tidak, kesempatan bekerja di perusahaan impian bisa saja melayang.

Dewasa ini, kian beragam jenis perusahaan bagi generasi milenial menimba karier. Sebagai informasi, generasi milenial dikenal pula sebagai generasi Y, yaitu kaum muda berusia 20-35 tahun.

Salah satu favorit generasi milenial adalah perusahaan rintisan (start up), yang menjamur seiring perkembangan teknologi di Indonesia. Semakin banyaknya perusahaan rintisan tentu membuka banyak peluang kerja, terutama bagi lulusan baru (fresh graduate).

Pendekatan informal, seperti wawancara di tempat bernuansa santai menjadi daya tarik yang ditawarkan tim rekrutmen atau pemilik perusahaan rintisan. Itu dilakukan agar generasi milenial nyaman dengan proses seleksi.

Terlebih lagi, saat ini semakin banyak kedai kopi di kota besar, misalnya Filosofi Kopi, Jakarta, yang populer seiring kisah Ben dan Jody di layar lebar. Kondisi tersebut semakin mendukung pilihan tempat untuk wawancara kerja kasual.

Meskipun bernuansa santai, wawancara kerja di kedai kopi tak dapat dianggap enteng. Sebaiknya, kandidat tetap mempersiapkan diri semaksimal mungkin agar lolos tahapan seleksi tersebut.

Sebagimana dikutip laman The Employable, Kamis (18/2/2016), berikut sejumlah hal penting yang harus diperhatikan kandidat saat wawancara kerja kasual:

Pertama, pakaian. Wawancara di kedai kopi dalam suasana santai tak berarti Anda juga dapat berpakaian sesuka hati. Kenakanlah pakaian bisnis seperti kemeja agar Anda nyaman sekaligus percaya diri.

Perlu diingat, tak disarankan mengenakan pakaian terlalu kasual karena Anda justru dianggap kurang termotivasi untuk bekerja.

Kedua, gaya bicara. Mengingat tingkat informalitas, wajar bila Anda merasa lebih nyaman dalam wawancara kasual daripada wawancara formal. Suasana santai akan mendorong Anda lebih terbuka menceritakan dan menunjukkan potensi diri. Itu sah-sah saja.

Halaman
12
Editor: Kholish Chered
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help