TribunKaltim/

Mau Menata, Tapi Pansus Masih Bingung Mau Diapakan BTS yang Ada di Permukiman

Targetnya, pembangunan BTS di Kota Tepian tak lagi semrawut dan di luar area permukiman penduduk.

Mau Menata, Tapi Pansus Masih Bingung Mau Diapakan BTS yang Ada di Permukiman
NET/GOOGLE
Ilustrasi - BTS Telkomsel 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Waktu bagi Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelesaikan rancangan peraturan daerah (raperda) penataan Base Transceiver Station (BTS), di Samarinda, tinggal sebulan.

Targetnya, pembangunan BTS di Kota Tepian tak lagi semrawut dan di luar area permukiman penduduk.

Ketua Pansus Penataan BTS, DPRD Samarinda, Andi Saharuddin mengatakan, pembangunan BTS harus menggunakan zonasi.

"Sehingga tidak membahayakan permukiman masyarakat. Bahaya tower itu kalau dekat-dekat permukiman," kata Saharuddin.

Meski demikian, Pansus belum memiliki skema kebijakan terhadap BTS yang telanjur berdiri di permukiman masyarakat. "Nah, kalau yang sudah terlanjur berdiri kita tidak bisa apa-apa," kata Saharuddin.

Namun, BTS yang telanjur berdiri di permukiman, kata Saharuddin, akan dibahas bersama saat Pansus melakukan kunjungan lapangan bersama instansi terkait.

"Nanti kan kita turun bersama Badan Perizinan, Dinas PU dan instansi lainnya. Nah, yang telanjur berdiri ini harus diapakan? Membahayakan atau tidak? Nanti dibicarakan bersama," kata Saharuddin.

Saharuddin juga mendapat informasi, bahwa BTS yang sudah berdiri di Samarinda, izinnya didapatkan dari Pemerintah Pusat.

"Makanya kita juga akan bertemu dengan Diskominfo Provinsi (Kaltim), untuk memerjelas soal izin ini," ungkapnya. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help