TribunKaltim/

Diguyur Hujan, Akses Utama Pulau Sebatik Terputus

Akibatnya pengendara maupun penumpang nekat melanjutkan perjalanan karena sudah terlanjur berada di tengah perjalanan.

Diguyur Hujan, Akses Utama Pulau Sebatik Terputus
HO
Warga memanfaatkan jembatan kayu seadanya untuk melintas di jalan yang rusak di Pulau Sebatik, Minggu (16/7/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Jalan lingkar sebagai akses utama yang menjadi penghubung antar desa dan kecamatan di Pulau Sebatik, Minggu (16/7/2017), terputus akibat hujan yang mengguyur beberapa hari ini. Praktis jalan tersebut tak bisa dilintasi kendaraan roda empat.

Jalan yang terputus itu berada di Kampung Lourdes, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah.

Arwan, warga Desa Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur menceritakan, lokasi jalan yang terputus itu berada tak jauh dari Pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia- Malaysia/ Yonif 611/ Awang Long Bukit Keramat.

"Bagian kanan runtuh, tinggal sedikit saja di sebelah kiri yang bisa dilewati. Itupun pakai papan baru bisa lewat," katanya, Minggu (16/7/2017).

Selama ini, akses tersebut digunakan untuk pengangkutan barang maupun orang.

Dibandingkan jika harus melintas melalui jalur selatan jalan lingkar Pulau Sebatik, jalan dari Desa Bambangan menuju ke Desa Aji Kuning ini cenderung lebih dekat dengan waktu tempuh yang lebih pendek.

Meskipun akses terputus, warga tetap saja berupaya untuk melintas melalui jalan itu.

Caranya, bagi yang menumpang kendaraan roda empat akan turun di sebelah jalan lalu melintas dengan jembatan kayu untuk menyeberang.

Di seberang jalan ada kendaraan roda empat yang lain telah menunggu. Sementara mereka yang menumpang kendaraan roda dua, bisa langsung melintas menggunakan jembatan kayu dimaksud meskipun harus dengan sangat berhati-hati.

"Karena kalau berputar, jauh sekali. Bisa sekitar 80 kilometer," ujarnya.

Meskipun jalan tersebut terputus, belum ada tanda peringatan yang terpasang. Akibatnya pengendara maupun penumpang nekat melanjutkan perjalanan karena sudah terlanjur berada di tengah perjalanan.

Sebenarnya sejak awal kondisi jembatan tersebut sudah terlihat mengalami kerusakan. Hanya saja karena dibiarkan tanpa perbaikan, hujan yang mengguyur beberapa hari belakangan ini menambah parah kerusakan jembatan. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help