TribunKaltim/

Disperindagkop: Jumlah Koperasi Banyak, Tapi yang Berjalan Baik Masih Kurang

Pengembangan koperasi di Kalimantan Utara dianggap masih jauh dari harapan.

Disperindagkop: Jumlah Koperasi Banyak, Tapi yang Berjalan Baik Masih Kurang
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Suwarsono, Kabid Koperasi dan UMKM Disperindagkop UMKM Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pengembangan koperasi di Kalimantan Utara dianggap masih jauh dari harapan.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Kalimantan Utara menilai, koperasi yang benar-benar menjalankan kewajibannya belum cukup banyak.

Suwarsono Kepala Bidang Koperasi dan UMKM mengakui bahwa jumlah koperasi di provinsi termuda Tanah Air ini cukup banyak untuk sekelas provinsi baru.

Namun, yang berjalan sesuai dengan tujuan pembentukannya dinilai masih sedikit.

"Jumlah koperasi di Kalimantan Utara sebetulnya sudah banyak. Tetapi yang berkualitas yang benar-benar sesuai dengan harapan itu masih sedikit sekali," kata Suwarsono saat disua Tribun, Senin (16/7/2017) di kantornya di Jalan Sengkawit, Tanjung Selor.

Ketidakmampuan koperasi menyejahterakan anggotanya dan lingkungan sekitar salah satunya disebabkan karena faktor sumber daya manusia.

Anggota-anggota koperasi masih perlu memperkaya diri dengan pengetahuan manajemen usaha yang baik.

"Peran aktif seluruh anggota sangat penting. Terkadang terjadi masalah manajemen karena pengalaman masih kurang," katanya.

Koperasi yang unit usahanya sudah luas kata Suwarsono perlu seorang manager yang profesional yang pengangkatan dan pemberhentiannya dilakukan oleh pengurus. Hal satu ini pun masih jarang koperasi yang menerapkannya.

Faktor lainnya yang menghambat tumbuh kembang koperasi di Kalimantan Utara adalah permodalan. Tidak sedikit koperasi menjadi vakum karena persoalan ini.

Suwarsono mengakui, bidangnya tak memiliki anggaran yang cukup untuk menyuplai modal kepada koperasi. Untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah (pusat) pun, koperasi mesti memenuhi sejumlah syarat seperti adanya Nomor Induk Koperasi (NIK).

"Koperasi-koperasi yang sudah berkembang harus punya NIK dan Barcode dengan catatan mereka melakukan kewajiban dan RAT (Rapat Anggota Tahunan) minimal 3 tahun berturut-turut," ujarnya.

Jumlah koperasi di Kalimantan Utara mencapai 773 koperasi yang terbagi sebanyak 607 koperasi aktif dan 166 koperasi tak aktif.

Sedang yang sudah memiliki NIK hanya 11 koperasi. Rincinya, 1 koperasi di Bulungan, 11 di Kota Tarakan. Di Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung berdasarkan data Bidang Koperasi dan UMKM Disperindagkop UMKM Kalimantan Utara belum satupun koperasi mempunyai NIK plus Barcode. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help