TribunKaltim/

Duh, Penduduk Miskin di Provinsi Kaya Ini Terus Meningkat

Penduduk miskin di Kaltim mengalami peningkatan. Jumlah penduduk miskin per Maret, di Bumi Etam, 220,17 orang.

Duh, Penduduk Miskin di Provinsi Kaya Ini Terus Meningkat
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Ilustrasi - Permukiman kumuh dan padat penduduk di bantaran Sungai Karang Mumus yang akan digusur untuk dijadikan jalur hijau. 

TRIBUNKALTIM.Co, SAMARINDA - Penduduk miskin di Kaltim mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, jumlah penduduk miskin per Maret, di Bumi Etam, sebanyak 220,17 ribu orang.

Jumlah ini naik 0,19 persen atau, 8.930 orang, dibandingkan September 2016 lalu.

"Angka kemiskinan Kaltim 6,19 persen dari jumlah penduduk. Masih di bawah angka nasional 10,64 persen," ujar Kepala BPS Kaltim, M Habibullah, Senin (17/7/2017).

Habibullah menjelaskan, kemiskinan di Kaltim masih dipengaruhi penurunan upah buruh, inflasi hingga, harga makanan yang tak stabil.

Besar kecilnya jumlah penduduk miskin, kata Habibullah, sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan (GK).

Lantaran, penduduk yang masuk kategori miskin merupakan penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah GK. 

Sementara, BPS Kaltim mencatat, selama periode September 2016-Maret 2017, GK naik sebesar 4,06 persen. Dari Rp 526.628 per kapita per bulan, di September 2016, menjadi Rp 548.094 per kapita per bulan, di Maret 2017.

"Komoditi terbesar penyumbang GK makanan di perkotaan dan pedesaan yaitu beras, rokok kretek filter, telur ayam ras dan daging ayam ras," urai Habibullah.

Peningkatan GK, juga dipengaruhi komoditi non makanan. BPS mencatat, empat komoditi berandil besar terhadap peningkatan GK yakni perumahan, listrik, bahan bakar, dan pendidikan. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help