TribunKaltim/

Darurat Narkoba

Lima ABK Pembawa Sabu Total Dibayar Rp 2 Miliar

Selain dari mana kapal berangkat, polisi juga mencari tahu siapa pemilik kapal Wanderlast ini.

Lima ABK Pembawa Sabu Total Dibayar Rp 2 Miliar
ISTIMEWA
Aparat Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Satuan Narkoba Depok, berhasil mengamankan satu ton sabu di kawasan Anyer, Serang, Banten, Kamis (13/7/2017) dini hari. 

TRIBUNKALTIM.CO - Setelah kapal Wanderlast pembawa satu ton sabu berhasil diamankan, pihak kepolisian Republik Indonesia terus melakukan koordinasi dengan Kepolisian Taiwan.

Bahkan, polisi juga melakukan identifikasi awal dari mana kapal Wanderlast ini berangkat.

Dari data yang didapat dari kepolisian Taiwan, ‎kapal ini berangkat dari pelabuhan Kaohsiung City‎ taiwan pada tanggal 17 juni 2017 dengan awak yang sama.

"Memang kapal ini cukup lama berlayarnya. Dan awalnya mereka berangkat dari Taiwan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Irianto.

Selain dari mana kapal berangkat, polisi juga mencari tahu siapa pemilik kapal Wanderlast ini.

Diketahui, kapal tersebut teridifikasi milik ‎salah seorang warga Cina.

Nah ini juga menjadi pertanyaan sendiri. Sebab, pengendali kapal berasal dari Cina, sementara pembawa kapal adalah orang-orang Taiwan.

"Ini akan kita lakukan penyelidikan dengan kepolisian Cina dan Taiwan. Sebab Ownernya itu dari Cina," sebutnya.

Memang saat berangkat melalui pelabuhan Kaohsiung City kapal ini kosong.

Menurut Irianto, barang sabu sebanyak 1 ton diangkut dari tengah laut. ‎

Halaman
12
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help