TribunKaltim/

Material Sisa Proyek Diduga Sebabkan Banjir, Walikota Minta Kontraktor Flyover Disanksi

"Kalau begini terus, mereka (kontraktor) tenang-tenang saja setelah menerima duit. Padahal Walikota disumpahi rakyat," kata Jaang.

Material Sisa Proyek Diduga Sebabkan Banjir, Walikota Minta Kontraktor Flyover Disanksi
TRIBUN KALTIM / RAFAN DWINANTO
Walikota Samarinda Syaharie Jaang melihat tumpukan karung berisi pasir yang menyumbat drainase di Flyover 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Walikota Samarinda Syaharie Jaang meminta kontraktor pelaksana pembangunan Flyover Air Hitam, diberi teguran tertulis. Hal ini diucapkan Jaang, usai mendapati penyebab tersumbatnya drainase di bawah Flyover, Senin (17/7/2017).

Seharusnya, kata Jaang, kontraktor pelaksana membersihkan ratusan karung berisi pasir, usai pengerjaan konstruksi Flyover rampung.

Begitu pula dengan 1,5 truk kayu sisa pembangunan Flyover yang dibiarkan mengendap di drainase.

"Saya sudah instruksikan ke kepala Dinas PUPR agar pelaksananya dikasih peringatan tertulis. Tidak bertanggung jawab dengan pekerjaannya,” tegas Jaang, di sela-sela peninjauan.

Baca: Ternyata Ini yang Menyebabkan Kawasan Flyover Samarinda Selalu Banjir Setiap Hujan

Menurut Jaang, pemberian teguran kepada kontraktor pelaksana Flyover, penting dilakukan. Tujuannya, agar semua kontraktor yang bekerja di Kota Tepian, bekerja secara sempurna.

"Kalau begini terus, mereka (kontraktor) tenang-tenang saja setelah menerima duit. Padahal Walikota disumpahi rakyat," kata Jaang, dengan nada kesal.

Sisa pekerjaan yang tidak dibersihkan seperti ini, kata Jaang, akhirnya kembali menjadi beban keuangan Pemkot, untuk membersihkannya.

"Coba, berapa kita bayar orang bekerja empat hari membersihkan drainase ini. Tapi itu tak seberapa. Yang harus dipikirkan itu, kerugian masyarakat, tidak hanya materil, tapi secara psikologis. Akibat banjir, mereka tidak bisa lewat di Flyover," katanya.

Baca: Ngeri! Sepak Terjang Geng Wanita Perampok Sperma, Tega Bikin Memar Kemaluan Lelaki

Meski demikian, Jaang juga tak sepenuhnya menyalahkan kontraktor pelaksana atas ketidaksempurnaan pekerjaan, yang mengakibatkan banjir ini.

Menurut Jaang, instansi teknis di Pemkot yang bertugas mengawasi jalannya pembangunan Flyover, juga punya andil berupa, kelalaian pengawasan.

“Kita tahunya melihat di permukaan, pekerjaan selesai, pekerjaan rapi. Ternyata di dalamnya ada sisa sisa proyek yang belum dibersihkan. Jangan-jangan, si kontraktor tidak tahu, karena pekerjanya tidak membersihkan,” ujar Jaang. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help