TribunKaltim/
Home »

News

» Etam

Relatif Singkat, Perubahan dari 809 IUP menjadi hanya 403 IUP Non-CnC, Jatam Menilai tak Masuk Akal

"Penataan dan penertiban IUP oleh provinsi, dugaan kami menjadi bancakan bagi oknum-oknum tertentu yang ada di dalam tim tersebut."

Relatif Singkat, Perubahan dari 809 IUP menjadi hanya 403 IUP Non-CnC, Jatam Menilai tak Masuk Akal
tribunkaltim.co/budhi hartono
Pradarma Rupang, Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang Kaltim 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Provinsi Kaltim menduga penataan dan penertiban Izin Usaha Pertambangan (IUP) menjadi bancakan oknum pemerintahan.

Alasannya, dalam mengevaluasi ratusan IUP (dari 809 IUP yang tidak clear and clean menjadi 403 IUP Non CnC) dalam waktu relatif singkat, dinilai Jatam tidak masuk akal.

"Penataan dan penertiban IUP oleh provinsi, dugaan kami menjadi bancakan bagi oknum-oknum tertentu yang ada di dalam tim tersebut," kata Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang kepada Tribun, Minggu (16/7/2017).

Rupang menjelaskan, sangat tidak masuk akal pemerintah bisa mengevaluasi ratusan IUP yang mengacu pada Permen ESDM No 43 Tahun 2015, dalam waktu singkat.

Ia menyebutkan, ada beberapa hal yang wajib dilakukan tim verifikasi melakukan evaluasi dan penataan IUP.

Baca: Gubernur Awang Siap Kaltim Jadi Ibu Kota Negara, Presiden Jokowi? Nanti Dulu

Baca: Terkait Penetapan Status IUP, Komisi III DPRD Kaltim Panggil Tim Verifikasi

Antara lain, soal kewilayahan (apakah izinnya tidak tumpang tindih), atau masuk di kawasan hutan konservasi/lindung. Kemudian menyangkut teknis Lingkungan.

Menurut dia, harus dilihat kelengkapan dokumen, apakah sudah sesuai atau tidak dengan Amdal (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan), UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup), Dokumen Rencana Reklamasi, serta Dokumen Pasca Tambang.

"Apakah tim langsung percaya dengan angka-angka yang disetor penerima IUP? Tentu, harus dihitung ulang, luasan lokasi yang akan di tambang. Apakah sudah cocok?

Halaman
12
Penulis: Budhi Hartono
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help