TribunKaltim/

2 Oknum Guru Balikpapan Ajarkan Paham Anti-Pancasila, Begini Kata Jenderal Bintang 2 TNI

Ia menegaskan upaya penyebaran paham radikalisme oleh sekelompok golongan tertentu di wilayah hukumnya, meliputi Kaltim, Kaltara, dan Kalsel.

2 Oknum Guru Balikpapan Ajarkan Paham Anti-Pancasila, Begini Kata Jenderal Bintang 2 TNI
Dok Kompas.com
Garuda Pancasila 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Sonhadji menyayangkan kabar santer terkait adanya oknum guru yang terbukti mengajarkan paham radikal atau anti-Pancasila di Balikpapan.

Menurutnya, apa yang dilakukan guru tersebut di luar rel yang ditentukan dasar dan konstitusi negara.

"Itu sudah keluar dari rel. Nanti kita dalami. Apalagi dia guru agama. Kita hidup di negara pancasila. Tak bisa, ada orang atau kelompok mengajarkan anti-Pancasila, ndak boleh itu," ungkap Sonhadji, Selasa (18/7/2017).

Ia menegaskan upaya penyebaran paham radikalisme oleh sekelompok golongan tertentu di wilayah hukumnya, meliputi Kaltim, Kaltara, dan Kalsel diakui keberadaannya.

Pihaknya saat ini mewaspadai pergerakan yang ditimbulkan oleh kelompok maupun oknum tersebut.

Jenderal bintang 2 tersebut membeberkan telah mengantongi sekaligus mendata nama-nama yang terindikasi kuat berpengaruh dalam penyebaran faham anti-Pancasila.

Tak hanya di wilayah hukumnya, ia mengatakan pergerakan tersebut terindikasi terjadi di setiap provinisi di Indonesia.

"Jadi, Pancasila sudah final. Tak perlu didiskusikan, karena kita hidup merasakan sampai saat ini karena pancasila," katanya.

"Kalau enggak kita sudah kayak Suriah, Irak dan yang lain. Makanya yang seperti itu tak bisa dibiarkan," sambungnya.

Untuk diketahui, dari informasi yang dihimpun terdapat 2 oknum guru di Balikpapan yang dilaporkan mengajarkan paham anti-Pancasila kepada muridnya.

Kedua oknum tersebut mengajar di SMA/SMK serta SMP negeri Kota Minyak (Balikpapan).

Kedua tenaga pengajar tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Balikpapan. Saat ini keduanya sudah ditarik oleh pihak Kemenag, untuk tidak mengajar lagi di sekolah.

Terbongkarnya kasus ini berawal dari laporan siswa, yang kemudian diperkuat melalui pantauan Kepala Sekolah serta aparat kepolisian yang menelusuri hal tersebut. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help