TribunKaltim/

Berdesakan di Penjara, Otto Tulis Pledoi saat Warga Binaan Lain Tidur

Sebenarnya, dirinya telah menulis pledoi pribadinya pada 10 lembar kertas HVS menggunakan tulisan tangan.

Berdesakan di Penjara, Otto Tulis Pledoi saat Warga Binaan Lain Tidur
tribunkaltim.co/muhammad fachri ramadhani
Terdakwa kasus penodaan agama Otto Rajasa sebelum memasuki ruang sidang Pengadilan Negeri Balikpapan dihampiri istrinya, Senin (17/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammd Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pada sidang pembacaan pledoi yang diagendakan Senin (17/7/2017), sebenarnya terdakwa kasus penodaan agama di Kota Balikpapan mengaku telah mempersiapkan pledoi individu.

Namun pledoi tersebut tak dibacakannya di hadapan hakim dengan alasan menunggu pledoi tertulis yang disusun kuasa hukumnya selesai.

"Nanti dibacakan bersamaan dengan yang disusun kuasa hukum, yang mulia," ujar Otto kepada Majelis Hakim dalam sidang.

Usai sidang ditutup, kepada Tribun Otto Rajasa mengatakan belum selesainya pledoi tertulis yang disusun kuasa hukumnya, lantaran banyak pihak yang memberikan pandangan di dalamnya.

"Nanti semua pandangan dikompilasi menjadi satu," katanya.

Sebenarnya, dirinya telah menulis pledoi pribadinya pada 10 lembar kertas HVS menggunakan tulisan tangan. Ia mengaku 2 hari belakangan ini menulis pembelaannya tersebut saat malam hari.

Baca: Dibawakan Istri Sepatu tapi Otto Belum Siap Bacakan Pleidoi, Hakim Tunda Sidang

Baca: Sekamar dengan 41 Napi Kriminal Umum di Rutan, Begini yang Dirasakan Dokter Otto Rajasa

Di ruang tahanan nomor 6 blok B, Otto menulis kata demi kata pembelaan menanggapi tuntutan jaksa yang ia nilai sangat tinggi kepada dirinya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help