TribunKaltim/

Berita Pemkab Penajam Paser Utara

Gelar Halal Bihalal, Yusran Minta Jajarannya Harus Cerdas Mencari Solusi Genjot Sektor Non-Migas

Bupati PPU Yusran Aspar mengatakan, kehidupan ini sangat indah seperti bunga mawar namun ada durinya.

Gelar Halal Bihalal, Yusran Minta Jajarannya Harus Cerdas Mencari Solusi Genjot Sektor Non-Migas
HO/Humas Pemkab PPU
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Senin (17/7/2017) menggelar halal bihalal, di Aula Masjid Agung Al Ikhlas PPU. Tampak Bupati Yusran Aspar bersalaman dengan warga yang datang. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Senin (17/7/2017) menggelar halal bihalal, di Aula Masjid Agung Al Ikhlas PPU.

Halal bihalal yang menghadirkan Ustadzah Hj Tan Mei Hwa ini, bukan hanya dihadiri pegawai di lingkungan Pemkab PPU namun juga ratusan masyarakat.

Bupati PPU Yusran Aspar mengatakan, kehidupan ini sangat indah seperti bunga mawar namun ada durinya.

Hal ini sesuai dengan tema halal bihalal dengan silatuhrahim kita tingkatkan ukhuwah islamiyah dan kesadaran serta tanggung jawab kehidupan masa depan.

Yusran menjelaskan, kehidupan di masa depan ini bisa di dunia dan di akhirat. Ia mengatakan, melalui silahturahmi akan tumbuh kesadaran, tumbuh rasa kasih sayang, tumbuh rasa tanggung jawab bahwa kehidupan anak cucu di masa depan sangat tergantung kondisi saat ini.

“Pemerintahan dan pembangunan saat ini sebagian besar ditopang dari Sumber Daya Alam (SDA), dan kondisi keuangan daerah yang sedang terhambat. Hal Ini terkait dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat yang menurun, padahal kebutuhan anggaran untuk pembangunan kian meningkat. Ini sangat dilematis sehingga perlu kearifan untuk memanfaatkan pembiayaan yang semakin kecil ini, untuk mempersiapkan masa depan anak cucu kita. Bayangkan kalau 20 tahun yang akan datang, kita tidak siapkan,“ ujar Yusran.

Untuk itu lanjutnya, harus mulai dari sekarang serta harus cerdas mencari solusi, karena kekayaan alam bisa saja habis, sehingga sektor non migas perlu kita digenjot serta potensi SDA harus dikelola dengan arif dan bijaksana.

Ia mengajak untuk memecahkan persoalan ini dengan bekerja keras, cerdas, dan ikhlas, dan mudah-mudahan Allah SWT memberikan berkah untuk masyarakat PPU.

Sementara itu, Ustadzah Hj Tan Mei Hwa mengingatkan bahwa harus ada perubahan setelah menjalankan Puasa Ramadhan.

Bupati Yusran Aspar dan Sekda Tohar berfoto bersama saat acara  halal bihalal di Aula Masjid Agung Al Ikhlas PPU, Senin (17/7/2017).
Bupati Yusran Aspar dan Sekda Tohar berfoto bersama saat acara halal bihalal di Aula Masjid Agung Al Ikhlas PPU, Senin (17/7/2017). (HO/Humas Pemkab PPU)

Jasmani ini harus bisa tunduk kepada rohani sehingga tidak semua keinginan harus dipenuhi atau jangan terus memenuhi hawa nafsu.

Ia mengajak untuk melihat sifat ulat bagi manusia ulat itu pada umumnya adalah menjijikkan.

Namun sama halnya dengan manusia ada sifat yaitu sifat sombong dan takabur.

“Sifat yang demikian akan merusak tatanan ukhuwah, jika kita bisa menghilangkan itu harus mau berusaha dengan mencontoh ulat mau menjadi kepompong dengan usaha yang keras. Sama halnya berpuasa Insya Allah kita akan menjadi kupu-kupu yang cantik,” pintanya. (advertorial/humas13)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help