TribunKaltim/

Berita Pemkab Penajam Paser Utara

Nelayan PPU Dilarang Pakai Alat Tangkap Cantrang

“Kami belum bisa memastikan karena jenis alat tangkap dalam kartu nelayan itu tidak dicantumkan jenis alat tangkap yang digunakan,” katanya.

Nelayan PPU Dilarang Pakai Alat Tangkap Cantrang
Repro/KompasTV
Ilustrasi - Nelayan gunakan alat tangkap cantrang. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Bagi nelayan yang masih menggunakan alat tangkap cantrang, maka siap-siap untuk menggantinya.

Pasalnya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Penajam Paser Utara (PPU) akan segera melarang penggunaan alat tangkap yang dinilai tidak ramah lingkungan dan bisa merusak ekosistem laut.

Namun sebelum itu dilakukan, DKP PPU terlebih dahulu akan menyosialisasikan larangan alat tangkap ikan jenis cantrang, apalagi alat tangkap ini sudah dilarang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) setahun tahun lalu.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Perizinan Dinas Perikanan dan Kelautan PPU Mulyono, menjelaskan, telah menerima surat pemberitahuan tentang larangan penggunaan alat tangkap cantrang dari Pemprov Kaltim.

Ia mengungkapkan sebelumnya alat tangkap trawl juga dilarang sejak tahun 2015 lalu.

Ia menjelaskan, berdasarkan data jumlah jumlah nelayan yang berada di Kabupaten PPU ini mencapai 4.560 orang. Namun demikian, pihaknya belum berani memastikan jumlah nelayan yang masih menggunakan alat tangkap cantrang.

“Kami belum bisa memastikan karena jenis alat tangkap dalam kartu nelayan itu tidak dicantumkan jenis alat tangkap yang digunakan,” katanya.

Mulyono mengaku, meski belum bisa memastikan jumlah nelayan yang menggunakan cantrang namun bisa dipastikan bahwa ada nelayan yang menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan tersebut.

Apalagi pihaknya juga sering menerima laporan dari nelayan bahwa masih ada nelayan yang menggunakan alat tangkap jenis tersebut.

Namun ia mengaku, laporan yang disampaikan itu bahwa rata-rata yang menggunakan alat tangkap cantrang merupakan nelayan asal Balikpapan dan Kabupaten Paser.

Ia mengatakan, karena nelayan dari dua daerah tersebut sebagian besar mencari ikan di daerah perairan Kabupaten PPU.

Mulyono menegaskan, meski pihaknya mengetahui adanya nelayan yang menggunakan alat tangkap tersebut namun belum bisa memberikan tindakan tegas kepada para nelayan yang melanggar.

“Larangan ini masih dalam tahap sosialisasi. Kecuali kalau sudah kami larang tapi tetap menggunakan maka jelas akan diberikan tindakan tegas,” jelasnya.

Salah satu tindakan yang akan dilakukan dengan menyita alat tangkap cantrang yang digunakan dalam menangkap ikan. (advertorial)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help