TribunKaltim/

Berita Pemkab Kutai Timur

Pendekarst Belajar Panjat Tebing bersama Kang Mamay, Pahami Safety, Sensasi Bermalam di Goa Ara Raya

Alam Kutim sangat kaya lewat bentangan sekitar 150.000 hektare pegunungan karst tersebar di pelosok pedalaman Sangkulirang hingga Karangan.

Pendekarst Belajar Panjat Tebing bersama Kang Mamay, Pahami Safety, Sensasi Bermalam di Goa Ara Raya
HO - Humas Pemkab Kutim/Irfan
Kang Mamay memperlihatkan cara pemanjatan di tebing Ara Raya sekaligus memantau peserta praktek memanjat menggunakan alat safety. 

SANGATTA - Sebuah gebrakan awal berkonsep Sekolah Panjat Tebing di Kutai Timur (Kutim) untuk pemula menjadi salah satu kegiatan utama menarik minat generasi pemuda pemudi daerah mencintai sekaligus melestarikan olahraga panjat tebing (Rock climbing) hingga pelosok negeri.

Alam Kutim sangat kaya lewat bentangan sekitar 150.000 hektare pegunungan karst tersebar di pelosok pedalaman Sangkulirang hingga Karangan.

Dua kecamatan ini menjadi surga eksotis bebatuan kapur dianugerahi oleh yang maha kuasa sejak zaman dahulu kala.

Kutim kini bersaing menjadi yang terbaik dengan sembilan daerah lain di Indonesia setelah masuk nominasi nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017) kategori situs sejarah terpopuler (Most Popular Historical Site) garapan Kementerian Pariwisata sekaligus terus mengenalkan karst secara masif ke dunia Internasional menjadi situs kawasan warisan dunia (World Heritage) diusulkan masuk UNESCO.

Adalah Forum Peduli Karst Kutai Timur (FPKKT) salah satu organisasi yang intens memperjuangkan nasib keberadaan gunung karst.

FPKKT pun mendatangkan Kang Mamay dedengkot panjat tebing Indonesia asal Bandung.

Tidak perlu diragukan lagi jam terbang pengagas induk cabang olahraga (cabor) lewat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) itu, pria berusia 64 tahun tersebut sudah malang melintang melakukan kegiatan olahraga ekstrem ini namun tetap mengedepankan pemahaman safety (keamanan).

Kang Mamay akrab dengan dunia panjat memasuki 40 tahun sejak tahun 80-an dan hingga pertengahan 2017 masih tetap eksis memajukan olahraga ini sebagai tempat bermain sekaligus berbagi ilmu buat generasi pecinta alam bebas, pusat penelitian gunung karst, wisata adventure (petualangan), dan cagar budaya.

Kang Mamay dalam presentasi teori dan praktek di depan peserta sekolah tidak sendirian, dirinya membawa tim Eiger Adventure Service Team (EAST) sekitar 5 orang di bawah komando Tedi Ixdiana instruktur panjat tebing profesional yang juga menjadi kepala Vertical Rescue Indonesia (VRI) yaitu organisasi panjat tebing terlatih dalam penanganan evakuasi penyelamatan korban di medan terjal seperti gunung, hutan, sungai, bahkan sumur.

Sebelumnya hari pertama Jumat (7/7/2017) Kang Mamay mengenalkan sejarah panjat tebing, pengenalan alat, teknik memanjat, dan etika memanjat di area Gedung Aula BPUTK milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Jalan poros Sangatta-Bontang Km 2,5.

Halaman
123
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help