TribunKaltim/

Segera Hearing dengan Distamben, Baharuddin Demmu: Jatam Kaltim Pasti Support Data Soal IUP

Termasuk dengan mengeluarkan surat panggilan ke Dinas Pertambangan Kaltim dan Perusda Bara Kaltim.

Segera Hearing dengan Distamben, Baharuddin Demmu: Jatam Kaltim Pasti Support Data Soal IUP
TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Baharuddin Demmu, Ketua Fraksi PAN DPRD Kaltim 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Wacana Komisi III DPRD Provinsi Kaltim membentuk Panitia Khusus Evaluasi dan Penataan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Provinsi Kaltim, bakal didukung fraksi-fraksi di DPRD Kaltim, lembaga swadaya masyarakat Jatam Kaltim, dan elemen masyarakat.

Hal ini dikemukakan anggota Komisi III DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu.

Pasca mengunjungi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Komisi III langsung menindaklanjuti dengan memanggil pihak-pihak terkait yang berurusan soal pertambangan.

Termasuk dengan mengeluarkan surat panggilan ke Dinas Pertambangan Kaltim dan Perusda Bara Kaltim.

Surat panggilan bernomor : 50/Kom-III/DPRD/VII/2017, dengan agenda rapat hearing (dengar pendapat) hasil konsultasi di Kementerian ESDM Ditjen Mineral dan Batu Bara, akan digelar Rabu (19/7/2017) besok.

"Kalau wacana pembentukan pansus, memang teman-teman di Komisi III sempat membahas itu. Tapi kita lihat perkembangannya dulu. Kan Rabu (19/7) besok Komisi III panggil Distamben dan Perusda Pertambangan," kata Demmu, kepada Tribun, Senin (17/7/2017).

Kalau hasil pertemuan Distamben dan Perusda Pertambangan tidak memberikan penjelasan secara terbuka, kata dia, maka arahnya sudah pasti Komisi III akan menggunakan haknya dengan membentuk pansus.

"Makanya kita tunggu pertemuan besok. Apakah ada indikasi penyalahgunaan wewenang atau jabatan dalam evaluasi dan penataan IUP yang CnC dan yang Non CnC," ucap politisi dari Fraksi PAN DPRD Kaltim.

Menurut dia, jika Komisi III DPRD Kaltim mengusulkan pembentukan Pansus Evaluasi dan Penataan IUP Kaltim, maka Jatam Kaltim bakal mendukung dan mensupport data-data yang dimiliki.

"Jatam itu lembaga non pemerintah yang ekspert dibidang pertambangan. Pasti mereka memiliki data yang bisa mendukungnya," kata mantan Dinamisator Jatam Kaltim era tahun 1990-an itu. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help