TribunKaltim/

Korupsi KTP Elektronik

Jerat Setya Novanto, KPK Kejar Bukti Hingga ke Amerika Serikat

Dari Johannes, penyidik KPK banyak mendapatkan bukti-bukti rekaman dan aliran uang e-KTP ke DPR dan pejabat Kemendagri.

Jerat Setya Novanto, KPK Kejar Bukti Hingga ke Amerika Serikat
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Agus Rahardjo 

TRIBUNKALTIM.CO - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, membenarkan penyidik harus ke luar negeri untuk mencari bukti-bukti terkait korupsi e-KTP untuk mentersangkakan Setya Novanto.

Beberapa penyidik ada yang disebar ke Amerika Serikat (AS) dan Singapura, untuk mengumpulkan menemui beberapa saksi yang menetap disana.

"Ya kalau harus mencari bukti, bukan hanya ke Amerika, kan ke banyak tempat juga, ke Singapura juga," kata Agus, Rabu (19/7/2017) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Meski Agus merahasiakan siapa saksi dan pihak lain itu yang ditemui penyidik di luar negeri, menurut Agus hasil yang didapatkan penyidik tidak sia-sia.

"Enggak perlu saya sebutkan siapa saja yang kami temui, karena yang kami temui banyak," katanya.

Informasi dihimpun ada dua saksi korupsi e-KTP yang dikejar KPK sampai ke luar negeri terkait keterlibatan Setya Novanto, Andi Narogong dan sejumlah pihak lainnya dalam skandal e-KTP.

Pertama adalah Johannes Marliem di AS dan kedua, Paulus Tannos di Singapura.

Johannes Marliem adalah pemasok alat pengenal sidik jari atau automated fingerprint identification system/AFIS ke konsorsium penggarap proyek e-KTP tahun 2011-2013.

Dari Johannes, penyidik KPK banyak mendapatkan bukti-bukti rekaman dan aliran uang e-KTP ke DPR dan pejabat Kemendagri.

Di Singapura, penyidik beberapa kali memeriksa pemilik PT Sandipala Arthapura (anggota konsorsium pemenang proyek e-KTP, PNRI), Paulus Tannos.

Dari keterangannya, penyidik mendapatkan bukti-bukti yang valid soal pertemuan-pertemuan yang dihadiri Setya Novanto dan Andi Narogong terkait proyek e-KTP.

Termasuk juga upeti para anggota konsorsium ke kantong-kantong anggota DPR RI, terutama ke Setya Novanto dan Andi Narogong. (Tribunnews.com)

Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help