TribunKaltim/

Pemerintah Blokir Telegram

Pengacara Ahok Beberkan Fakta Ancaman Pembunuhan Kliennya Lewat Telegram

Wayan mengatakan, ancaman dan rencana pembunuhan semacam itu bukan hanya terjadi di aplikasi Telegram.

Pengacara Ahok Beberkan Fakta Ancaman Pembunuhan Kliennya Lewat Telegram
TRIBUNNEWS.COM/ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kedua kanan) selaku terpidana kasus penistaan agama menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (9/5). Majelis Hakim memvonis Ahok dengan hukuman dua tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar hukum, sementara itu Ahok bersama kuasa hukumnya bakal mengajukan banding atas putusan tersebut. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Salah satu pengacara Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, I Wayan Sudhirta, tidak merasa kaget ketika mengetahui aplikasi Telegram yang diblokir pemerintah mengandung konten rencana pembunuhan terhadap Ahok.

Wayan mengatakan, ancaman dan rencana pembunuhan semacam itu bukan hanya terjadi di aplikasi Telegram.

"(Ancaman pembunuhan) itu bukan hanya di situ (Telegram). Pak Ahok sudah di Mako Brimob saja masih ada demo 'bunuh Ahok bunuh Ahok', termasuk oleh anak-anak. Ini sudah sangat terbuka dan bukan isapan jempol," ujar Wayan kepada Kompas.com, Rabu (19/7/2017).

Wayan merujuk pada viralnya video anak-anak yang berteriak bunuh Ahok.

Wayan mengatakan banyak orang yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang menimpa Ahok.

Saat Ahok ditetapkan sebagai tersangka, kata Wayan, mereka tidak puas.

Begitupun ketika Ahok menjadi terdakwa dan dituntut jaksa dengan hukuman percobaan.

Baca: Dalam Aplikasi Telegram, Terdeteksi Rencana Pembunuhan Ahok

"Akhirnya dihukum dua tahun dan harus ditahan, sudah itu enggak puas juga, Ahok mengundurkan diri supaya lancar dan Ahok buktikan tidak haus jabatan. Tapi tidak puas juga dan masih teriak bunuh Ahok," ujar Wayan.

Wayan mengatakan semua itu merupakan konsekuensi yang harus diterima Ahok karena menjadi orang lurus.

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help