TribunKaltim/

Jenderal Thailand Dinyatakan Bersalah

Jenderal Angkatan Darat Thailand Dinyatakan Bersalah dalam Kasus Perdagangan Manusia

Jenderal Angkatan Darat Thailand dinyatakan bersalah kasus penyelundupan manusia yang mengungkap hubungan perwira korup dan para pedagang manusia.

Jenderal Angkatan Darat Thailand Dinyatakan Bersalah dalam Kasus Perdagangan Manusia
(NICOLAS ASFOURI / AFP )
Dalam foto yang diambil pada 3 Juni 2015, terliihat Letjen Manas Kongpan (tengah) diapit sejumlah perwira polisi saat menyerahkan diri di Bangkok. 

TRIBUNKALTIM.CO, BANGKOK - Seorang jenderal angkatan darat Thailanddinyatakan bersalah dalam kasus penyelundupan manusia dalam sebuah sidang yang mengungkap hubungan antara perwira korup dan para pedagang manusia.

"Terdakwa bekerja dengan orang-orang lain untuk memfasilitasiperdagangan manusia," demikian amar putusan hakim di pengadian kriminal Bangkok.

Hakim juga memutuskan Letnan Jenderal Manas Kongpan bersalah karena memiliki peran penting dalam organisasi kejahatan transnasional.

Selain Jenderal Kongpan, seorang terdakwa lain yang juga diputus bersalah adalah Pajjuban Aungkachotephan yang dianggap sebagai tokoh utama perdagangan manusia.

Pajjuban juga dikenal sebagai seorang pengusaha sukses dan mantan politisi dari provinsi Satun, di wilayah selatan Thailand.

Sidang yang digelar sepanjang Rabu (18/7/2017) itu juga membacakan putusan untuk beberapa warga Myanmar, perwira kepolisian Thailand, dan politisi lokal yang terlibat dalam kasus ini.

Aparat keamanan Thailand memulai penyelidikan dan penangkapan para tersangka pada 2015 menyusul penemuan 36 jenazah yang dikubur di hutan-hutan wilayah selatan Thailand.

Penemuan puluhan jenazah itu mengungkap adanya jaringan yang menyelundupkan warga Muslim Rohingya yang kabur dari Myanmar.

Kelompok ini kemudian menahan mereka di kamp-kamp penampungan di dalam hutan dan baru diseberangkan ke Malaysia setelah menerima pembayaran.

 (Ervan Hardoko)

Berita ini telah diterbitkan Kompas.com dengan judul "Jenderal Thailand Dinyatakan Bersalah dalam Kasus Perdagangan Manusia"

Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help