TribunKaltim/

Selain Banjir, Simulasi Penanganan Bencana juga untuk Antisipasi Serangan Teroris

Sedikitnya 3 warga terpaksa dilarikan ke Posko Bencana yang sudah didirikan di Lapangan Agathis, tak jauh dari kantor Gubernur Kaltara.

Selain Banjir, Simulasi Penanganan Bencana juga untuk Antisipasi Serangan Teroris
TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Petugas melakukan penanganan medis dalam simulasi bencana yang digelar di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Kamis (20/7/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Banjir besar kembali melanda Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Kondisi terparah ada di Ibu Kota Provinsi Kaltara, Tanjung Selor.

Sedikitnya 3 warga terpaksa dilarikan ke Posko Bencana yang sudah didirikan di Lapangan Agathis, tak jauh dari kantor Gubernur Kaltara.

Korban pertama seorang pria berusia 65 tahun yang kondisinya cukup kritis karena sempat terbawa arus banjir.

Korban kedua wanita berusia 16 tahun mengalami patah kaki, karena tertimpa lemari saat berusaha menyelamatkan diri dari terjangan banjir.

Dan korban ketiga adalah seorang anak berusia 5 tahun, yang terjebak banjir dan saat ditemukan terus menangis kencang.

Selanjutnya, petugas yang merupakan gabungan dari beberapa instansi melakukan penanganan medis sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.

Dan karena kondisinya cukup parah, satu orang korban terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan mobil ambulance, yang memang sudah disiagakan di lokasi.

Demikianlah sekilas rangkaian simulasi penanganan bencana banjir dalam kegiatan Gladi Penanggulangan Krisis Kesehatan yang digelar di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Kamis (20/7/2017).

Selain Dinas Kesehatan Bulungan, pihak-pihak yang terlibat dalam simulasi yang merupakan garapan Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Kementerian Kesehatan tersebut yakni antara lain, Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes) TNI AD, RS Syaiful Anwar, Tim DVI Polri, dan beberapa instansi lainnya.

Halaman
12
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help