TribunKaltim/

Tingkat Kemiskinan di Kaltara Naik 0,23 Persen, Berikut Analisa Faktor dan Langkah Pengentasannya

BPS mencatat pada bulan September 2016 penduduk miskin Kalimantan Utara berjumlah 47,03 ribu atau sebanyak 6,99 persen dari jumlah penduduk.

Tingkat Kemiskinan di Kaltara Naik 0,23 Persen, Berikut Analisa Faktor dan Langkah Pengentasannya
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Penduduk miskin sedang antre menerima bantuan PSKS di Kantor Bulungan tahun lalu. Presentase kemiskinan di Bulungan saat ini tertinggi di Kaltara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara tercatat meningkat dari tahun 2016 ke tahun 2017. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara yang dirilis BPS Kalimantan Timur Nomor 58/07/64/Th.XX tertanggal 17 Juli 2017 tercatat, jumlah penduduk miskin di provinsi bungsu ini meningkat 0,23 persen atau setara 2,44 ribu orang.

BPS mencatat pada bulan September 2016 penduduk miskin Kalimantan Utara berjumlah 47,03 ribu atau sebanyak 6,99 persen dari jumlah penduduk.

Lalu bulan Maret 2017, jumlah penduduk miskin mencapai 49,47 ribu atau 7,22 persen. 

"Selama periode September 2016 - Maret 2017, penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 0,77 ribu orang dan di daerah pedesaan naik sebanyak 1,67 ribu orang," tulis rilis tersebut. 

Timbul Sibarani, Kepala Bidang Sosial Budaya pada Bappeda dan Litbang Kalimantan Utara lalu mengurai sejumlah faktor meningkatnya angka kemiskinan tersebut. 

Pertama, penambahan jumlah penduduk miskin kemungkinan karena banyaknya migrasi baru dari daerah lain di Indonesia. Kalimantan Utara sebagai provinsi baru, diakui Timbul Sibarani memiliki daya tarik yang tinggi. 

"Terkait peningkatan jumlah penduduk miskin ini, saya tidak menampik. Saya ingin melihat sebenarnya penambahan itu karena apa? Apakah memang  penduduk kita yang saat ini ataukah imigran baru," sebut Timbul Sibarani saat disua Tribun di kantornya di Jalan Agatis, Tanjung Selor, Kamis (20/7/2017). 

"Kedua, saya juga tidak menampik pertambahan penduduk kita itu juga kemarin karena adanya transmigrasi. Artinya transmigran ini juga kemungkinan besar menjadi bagian dari penduduk miskin itu," ujarnya. 

Ketiga karena faktor ekonomi. Lesunya perekonomian disinyalir menjadikan banyak penduduk tak memiliki pendapatan bulanan. 

Halaman
123
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help