TribunKaltim/

Kapolres Klaim Bukan Bullying, Bripda Hermanto Kembali Lafalkan Pancasila Diikuti Ratusan Personel

Apalagi ditambah adanya tekanan dari senior-senior yang berada di depan yang bersangkutan.

Kapolres Klaim Bukan Bullying, Bripda Hermanto Kembali Lafalkan Pancasila Diikuti Ratusan Personel
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Bripda Hermanto saat melafalkan kembali Pancasila di hadapan ratusan personel Polres Balikpapan pada apel pagi, Senin (24/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta mengklaim apa yang menimpa salah satu anggotanya, Bripda Hermanto, bukan merupakan bullying seperti yang dituding kebanyakan orang.

Menurutnya apa yang dialami anggota Sat Sabhara Polres Balikpapan tersebut merupakan tindakan wajar yang dilakukan institusi Polri maupun TNI.

"Jadi bukan bullying, anggota ini salah karena terlambat. Kita kan disiplinkan anggota agar tak terlambat lagi. Si Prompam Polres memberi tindakan, push up dan lari. TNI-Polri disuruh push up dan lari itu wajar," katanya.

"Tanya sama teman-teman TNI, itu sama saja. Cuma ini kan lagi booming bully, jadinya ini dikata bully. Sebenarnya itu kan internal kita, hanya saja memang sempat keluar (di sosial media)," sambungnya menyayangkan video tersebut tersebar di media sosial.

Ia menilai apa yang dilakukan para anggota Provost Polres Balikpapan sebagai upaya pendisiplinan anggota.

Penyebab anggota provost Polres Balikpapan menindaknya tak lain akibat Bripda Hermanto yang datang terlambat saat penyerahan serah terima tugas jaga.

Sebagai upaya pendisiplinan agar kejadian tersebut tak terulang lagi, para senior Korps Bhayangkara tersebut memberikan hukuman, mulai dari push up sebanyak 100 kali hingga lari keliling Mapolres.

Usai menerima hukuman fisik, ia kemudian diminta untuk melafalkan Pancasila. Masih dalam kondisi lelah dan capai usai dihukum fisik, Kapolres menilai wajar jika awalnya anggota tak begitu lancar melafalkan Pancasila.

Apalagi ditambah adanya tekanan dari senior-senior yang berada di depan yang bersangkutan.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help