TribunKaltim/

Kasus Dugaan Bullying Polisi Balikpapan, Begini Respon Kapolda Kaltim

Apalagi ditambah adanya tekanan dari senior-senior yang berada di depan yang bersangkutan.

Kasus Dugaan Bullying Polisi Balikpapan, Begini Respon Kapolda Kaltim
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Bripda Hermanto saat melafalkan kembali Pancasila di hadapan ratusan personel Polres Balikpapan pada apel pagi, Senin (24/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kasus dugaan bullying atau perundungan yang menimpa anggota Polres Balikpapan menjadi perbincangan hangat berbagai kalangan belakangan ini.

Tak hanya di Balikpapan, isu terkait bullying menjadi topik hangat secara nasional.

Namun, saat dikonfirmasi, Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin menyatakan belum melihat video berdurasi 1,5 menit yang sempat terunggah di media sosial itu.

Dalam video tersebut seorang polisi mengenakan helm berwarna merah, diminta untuk melafalkan pancasila.

Namun, polisi berpangkat Bripda tersebut mengalami kesulitan mengucapkan 5 sila yang menjadi dasar negara tersebut.

Tawaan dan ejekan pun terdengar yang belakangan diketahui merupakan senior dari oknum Bripda tersebut. Bahkan polisi Sat Sabhara tersebut mendapat pukulan tipis di bagian kepala.

"Saya belum lihat. Tetapi kami sudah turunkan tim. Biarlah Propam yang melakukan langkah pemeriksaan," ujar Safaruddin, Selasa (25/7/2017).

Kendati demikian, Jenderal Bintang 2 tersebut tidak dapat membenarkan adanya tindak pemukulan yang mengarah ke bagian kepala anggota polisi yang diduga jadi korban bullying tersebut.

"Ndak boleh itu. Itu kan melanggar etika," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help