TribunKaltim/

Walikota Samarinda Instruksikan Hantu Banyu Atasi Sedimentasi

Jaang menginstruksikan kepada Kepala Dinas PUPR Samarinda Hero Mardanus untuk menurunkan tim hantu banyu membedah sistem saluran di Taman Samarendah.

Walikota Samarinda Instruksikan Hantu Banyu Atasi Sedimentasi
TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HP
Walikota Samarinda Syaharie Jaang bersama rombongan meninjau pembangunan Taman Samarendah. Taman ini dibangun di eks SMPN1 dan SMAN Samarinda di simpang empat jalan Bhayangkara Samarinda. 

SAMARINDA, TRIBUN -Walikota Samarinda Syaharie Jaang, menginstruksikan agar tim hantu banyu Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda membersihkan saluran air Taman Samarendah, setelah selesai mengerjakan drainase di Flyover Air Hitam.

"Coba lihat, sedimentasinya tinggal sekitar 30-an cm aja. Makanya setiap hujan selalu tergenang, karena lambat turunnya air tertahan di atas," ungkap Jaang.

Karena itu, Jaang menginstruksikan kepada Kepala Dinas PUPR Samarinda Hero Mardanus untuk menurunkan tim hantu banyu membedah sistem saluran air di Taman Samarendah.

"Selain membersihkan sedimen yang tingginya luar biasa, sekalian dicek, siapa tahun ditemukan penyakit lainnya," tegas Jaang didampingi Sekkot Samarinda Sugeng Chairuddin, dan Kepala Disperkim Dadang Airlangga.

Penyakit lainnya, lanjut Jaang, dikhawatirkan seperti di sistem saluran di Flyover Air Hitam yang ditemukan sisa-sisa proyek, seperti 200-an karung pasir dan satu setengah ret kayu bagesting.

"Usai dari flyover, langsung kerjakan lagi di Taman Samarendah. Kami lihati lagi. Kalau sama seperti di flyover, kembali kami akan beri peringatan kepada kontraktor," tambah Jaang.

Jaang mengaku senang karena taman ini semakin hari semakin banyak dikunjungi. Ada yang santai duduk duduk, ada jogging, jalan, bersepeda dan sepatu roda. Makanya perlu memberi pembatas di lintasan bawah, antara jalan paving dengan seputaran lintasan yang bisa digunakan untuk lari atau jalan tanpa hambatan.

"Bukannya kami melarang lari di dalam areal taman, di sini juga boleh. Tapi kalau di bawah lebih leluasa dengan jarak sekitar setengah kilometer," tandas Jaang. (rad)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help