TribunKaltim/

Pilgub Kaltim 2018

Mantan Penjual Es Lilin Itu Kini Jadi Kandidat Cagub Kaltim

"Memang itu realita masa lalu saya. Pernah jualan es lilin keliling," ucapnya sambil tertawa.

Mantan Penjual Es Lilin Itu Kini Jadi Kandidat Cagub Kaltim
TRIBUN KALTIM / BUDHI HARTONO
Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan DPD PDI Perjuangan Kaltim, Sevana Podung menerima berkas pendaftaran Rusmadi sebagai bakal Calon Gubernur Kaltim periode 2018-2023, ?di Sekretariat DPD PDIP Kaltim, Jalan Kartini, Samarinda, Selasa (13/7/2017) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sosok Rusmadi Wongso, yang dikenal sebagai Sekretaris Provinsi Kaltim, resmi mencalonkan diri sebagai kandidat bakal calon gubernur.

Sejak resmi mendaftar di PDI Perjuangan dan Partai Nasdem Kaltim, baliho dan spanduk yang memuat foto Rusmadi tersebar di sudut kota Samarinda. Bahkan, video profilnya sudah tersebar melalui media sosial.

"Alhamdulillaah, itu (baliho dan spanduk) bentuk dukungan dan support dari kawan, sahabat, dan rakyat Kaltim. Banyak yang meminta izin kepada saya sebelum memasang baliho," kata Rusmadi, kepada Tribun, yang sedang berada di Balikpapan, Minggu (30/7/2017).

Beberapa gambar baliho berukuran raksasa bertuliskan, Rusmadi Wongso, calon gubernur Kaltim periode 2018-2023.

Video profil Rusmadi dengan latar lagu Bagimu Negeri versi Gita Gutawa, menceritakan kisah perjuangannya, sudah tersebar melalui media sosial.

Dalam video profilnya, diceritakan bahwa dirinya dibesarkan di kawasan Pasar Sungai Dama, Samarinda tidak pernah terpikir jika ia bisa mencapai kariernya di bidang pendidikan sebagai dosen dan birokrasi pemerintah provinsi Kaltim hingga menjadi kandidat cagub.

‎Mantan Dekan Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman Samarinda, berjuang demi cita-cita dan harapannya sejak kecil. Demi mengejar pendidikan, saat masih anak-anak ia berjualan es lilin keliling di Samarinda.

Kegigihannya untuk bisa sekolah hingga perguruan tinggi, tidak bisa mengandalkan dari penghasilan orangtuanya sebagai tukang las di Pasar Sungai Dama.

Potret masa lalunya membawa Rusmadi meraih pendidikan strata 2 di Universitas Gadjah Mada, dan pendidikan tertinggi bergelar Doktor ‎di Universitas Los Banos Filipina.

"Memang itu realita masa lalu saya. Pernah jualan es lilin keliling," ucapnya sambil tertawa.

"Itulah hasil dari perjuangan untuk memperbaiki hidup. Dari nol, ikhtiar, dan berdoa. Itu sebagian masa kecil yang dideskripsikan dalam bentuk video," tutur Rusmadi. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help