TribunKaltim/

Tarif Jasa Antar Jemput Ambulans Rp 6 Juta, Mahal Sekali!

Untuk mengatasi persoalan ini, Pemkab Berau menanggung biaya jasa ambulance sebesar Rp 3 juta untuk kecamatan terjauh.

Tarif Jasa Antar Jemput Ambulans Rp 6 Juta, Mahal Sekali!
tribun kaltim
Pengadaan ambulans untuk beberapa kecamatan di Kabuppaten Berau, salah satunya di Kecamatan Biduk-biduk. Sayangnya, hingga saat ini masyarakat Biduk-biduk masih mengeluhkan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk menggunakan jasa ambulans, terutama saat pasien dirujuk ke rumah sakit yang hanya ada di pusat pemerintahan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Biaya jasa ambulans selama ini kerap dikeluhkan oleh masyarakat di wilayah pesisir, seperti di Kecamatan Segah, Biatan, Batu Putih dan Bidukbiduk. Karena jaraknya yang jauh dari rumah sakit, biaya operasional ambulans sangat tinggi.

Dari Kecamatan Bidukbiduk ke RSUD Abdul Rivai misalnya, masyarakat harus merogoh biaya hingga jutaan rupiah.

Untuk mengatasi persoalan ini, Pemkab Berau menanggung biaya jasa ambulance sebesar Rp 3 juta untuk kecamatan terjauh.

Namun keluhan masih dilontarkan oleh masyarakat, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial, Rohaini. “Kami ajukan anggaran ambulans Rp 3 juta dan ini terakomodir lewat Jamkesda. Selama ini pasien harus membayar dulu tambahan sebesar Rp 3 juta. Jadi kenyataannya biaya operasional menjadi Rp 6 juta,” ungkapnya.

Disebutkannya, anggaran Rp 3 juta untuk jasa ambulans yang ditanggung Jamkesda selama ini hanya untuk sekali jalan, sementara untuk memulangkan pasien ke tempat tinggalnya, tidak lagi ditanggung oleh Jamkesda.

Karena itu, kata Rohaini, pihaknya akan kembali mengajukan tambahan anggaran jasa ambulans. Namun pihaknya menyadari defisit anggaran Pemkab Berau. Agar lebih efeisien, Rohaini menawarkan kerjasama dengan RSUD Abdul Rivai, sehingga biaya jasa ambulans bisa ditekan seminimal mungkin menjadi Rp 4,5 juta.
Anggaran sebesar itu kata Rohaini, untuk menjemput dan memulangkan pasien.

“Kami usulkan, ambulance standby saja di Jamkesda, kalau ada rujukan dari rumah sakit, petugas kami (Dinas Sosial) yang mengantar-jemput, tapi pendampingnya, seperti perawat dari RSUD Abdul Rivai,” ujarnya.

Menanggapi usulan tersebut, Direktur RSUD Nurmin Baso membenarkan, selama ini layanan ambulans hanya untuk menjemput pasien yang akan dirujuk ke RSUD Abdul Rivai, tidak termasuk pemulangan pasien. “Karena itu kami sangat setuju kalau Jamkesda punya ambulance sendiri, kami juga siap menugaskan perawat sebagai pendamping,” ujarnya.

Dengan wilayah yang luas, biaya transportasi menjadi persoalan bagi masyarakat. Kondisi ini juga menjadi perhatian Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Organisasi pengelola zakat ini juga menyediakan jasa ambulans khusus bagi masyarakat yang tidak mampu, dan tidak dikenai biaya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help