TribunKaltim/

Situasi Tak Kondusif, Posisi Pembunuh Bos Angkot Digantikan Pemeran Pengganti

Keributan tak hanya sampai disitu saja, saat pelaku hendak masuk kembali ke mobil, warga juga mengerubungi mobil kepolisian.

Situasi Tak Kondusif, Posisi Pembunuh Bos Angkot Digantikan Pemeran Pengganti
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA
Salah satu adegan dalam rekontruksi kasus pembunuhan yang korbannya pasangan suami istri pengusaha angkot, yang dilakukan oleh mantan anak buah korban, Selasa (1/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rekonstruksi kasus pembunuhan yang korbannya merupakan pasangan suami istri pengusaha angkutan kota (angkot), berlangsung ricuh.

Kerabat korban yang melihat pelaku turun dari mobil kepolisian, langsung mengerubungi pelaku, sambil mengucapkan kata makian, bahkan tak sedikit yang mendekat ingin memukul pelaku.

Keributan tak hanya sampai disitu saja, saat pelaku hendak masuk kembali ke mobil, warga juga mengerubungi mobil kepolisian.

Bahkan akibat tidak kondusifnya situasi, kepolisian sampai menggantikan pelaku dengan pemeran pengganti, dan pelaku dibawa kembali ke Mapolresta Samarinda.

Dalam reka ulang itu, terdapat 20 adegan yang dilakukan oleh pelaku atas nama Irfan alias Asek (40), dengan korban yang diperankan oleh pemeran pengganti.

Selain rekonstruksi dilakukan di rumah korban, di Jalan Cipto Mangunkusumo, Sengkotek, juga dilakukan di tempat tinggal pelaku, yang jaraknya tidak jauh dari rumah korban.

"Kita sesuaikan dengan pengakuan pelaku, serta petunjuk yang kita dapatkan, dan terbukti pelaku memang telah merencanakan untuk melakukan pembunuhan terhadap korban," ungkap Wakasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Ida Bagus Kadek Suta, Selasa (1/8/2017).

Selain itu, pelaku juga menghujamkan parang, yang diambilnya dari dapur rumah korban, berkali kali ke tubuh korban.

Bahri (54) terlebih dahulu yang dihabisi, dengan menghujamkan sekitar tujuh tebasan ke tubuh korban.

Istri korban sempat melihat hal itu, yang membuat pelaku langsung menghujamkan parangnya ke istri korban, terdapat sekitar 10 tebasan yang dilakukan pelaku.

"Pembacokan yang dilakukan pelaku tidak hanya satu tempat, namun berkali kali di tempat yang berbeda-beda. Pelaku nekat menghabisi korban, lantaran sakit hati karena kerap dihina oleh korban," tuturnya.

Untuk diketahui, warga di Jalan Cipto Mangungkusumo, Sengkotek, pada Jumat (30/6) silam, dibuat geger dengan ditemukannya suami istri dalam keadaan tak bernyawa di rumahnya.

Bahkan, hampir seluruh ruangan dipenuhi dengan bercak darah korban. Pelaku dapat diamankan di Lampung, pada Jumat (4/7/2017) lalu, dengan barang bukti perhiasan yang diambil pelaku dari korban. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help