TribunKaltim/

Revisi RTRW Sementara Distop, Syarwani Yakin Bukan Hanya Persoalan Anggaran

Otomatis, anggaran yang sudah sempat dialokasikan di Bappeda tak bisa lagi digunakan untuk melanjutkan revisi Perda RTRW tersebut.

Revisi RTRW Sementara Distop, Syarwani Yakin Bukan Hanya Persoalan Anggaran
TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Ketua DPRD Bulungan Syarwani dan Bupati Bulungan menandatangani berkas dalam Sidang Paripurna beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bulungan untuk sementara waktu menghentikan proses revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), yang saat ini tengah berjalan.

Alasannya, ada aturan terbaru perihal perubahan stuktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang membuat urusan Tata Ruang ini tak lagi menjadi wewenang Bappeda.

Urusan ini, kini sudah ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR).

Otomatis, anggaran yang sudah sempat dialokasikan di Bappeda tak bisa lagi digunakan untuk melanjutkan revisi Perda RTRW tersebut.

Dan mengingat sempitnya waktu, anggaran yang tersisa juga sangat riskan untuk dipindahkan ke DPU-TR di APBD Perubahan tahun 2017.

Solusi amannya, Bappeda memilih memindahkan anggaran tersebut di APBD Murni tahun 2018 mendatang. Otomatis, revisi Perda untuk sementara waktu harus distop.

Ketua DPRD Kabupaten Bulungan Syarwani, Rabu (2/8/2017) meyakini bahwa ada alasan lain selain masalah anggaran, yang menjadi penyebab dihentikannya revisi Perda RTRW untuk sementara waktu.

"Saya yakin buka cuma karena persoalan anggaran," ujarnya.

Dan merevisi Perda RTRW, kata dia, tentunya bukan sekadar memasukan perencanaan-perencanaan Pemprov Kaltara atau Pemerintah Pusat seperti seperti Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI), PLTA, Kota Baru Mandiri ke dalam RTRW Kabupaten Bulungan.

Dalam revisi ini, tentunya juga akan mengakomodir perencanaan-perencanaan yang ada di Pemkab Bulungan.

Halaman
12
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help