TribunKaltim/
Home »

News

» Etam

Anak Terpidana Teroris Masuk Lapas Tenggarong

Kedua napi ini akan ditempatkan khusus di blok anak sesuai golongan usia mereka sehingga pembinaan dan pemantauan terhadap mereka bisa lebih baik.

Anak Terpidana Teroris Masuk Lapas Tenggarong
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi Teroris 

TRIBUNKALTIM.CO - GA (16) dan RP (16), dua anak terpidana teroris pelemparan bom di Gereja Oikumene, Loa Janan, Samarinda pada 2016 silam, tiba di Lapas Klas IIB Tenggarong, Kamis (3/8) sekitar pukul 14.55 wita. Kedua remaja ini mendapat pengawalan ketat dari 5 orang aparat Densus 88 dan Jatanras Polresta Samarinda.

Lima mobil mengiringi satu unit mobil tahanan plat dinas itu. Kedua remaja yang juga terpidana teroris ini diterima langsung oleh Kepala Lapas Klas IIB Tenggarong, Jevis Jisrel Siathen. Keduanya menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dipindahkan ke ruang isolasi kurang lebih selama seminggu.

"Yang jelas, kalau perlakuan terhadap semua napi sama. Bukan berarti karena teroris, terus mereka mendapatkan perlakuan lebih sadis, mereka akan didata dan diperiksa kesehatan, lalu ditempatkan semua sama seperti pada umumnya," ujar Siathen.

Soal pengawasan, ia memastikan tetap dilakukan dengan tujuan ke arah pembinaan.

"Bagaimana kita bisa membina mereka agar bisa menyadari kekhilafan masing-masing, mudah-mudahan mereka bisa menjadi orang baik, bukan berarti mereka ini tidak baik karena mereka juga punya tujuan dengan sudut pandang masing-masing. Kita melaksanakan pembinaan sesuai tupoksi," tuturnya.

Selama di Lapas, mereka akan dibina baik jasmani dan rohani. Kedua napi ini akan ditempatkan khusus di blok anak sesuai golongan usia mereka sehingga pembinaan dan pemantauan terhadap mereka bisa lebih baik. Jumlah napi anak-anak yang dititipkan ke Lapas Tenggarong saat ini sebanyak 12 orang, termasuk kedua napi teroris.

Siathen berharap, apabila mereka kelak bebas dari Lapas agar masyarakat tidak mengabaikan mereka karena mereka juga bagian dari masyarakat. Kedua terpidana ini divonis hukaman penjara selama 2 tahun dan sudah menjalani masa tahanan selama 10 bulan di Rutan Salemba, jadi sisa hukumannya satu tahun 2 bulan. GA tak lain putra dari JS, terpidana pemboman di Gereja Oikumene Loa Janan.

Sedangkan RP merupaka anak dari F. Kedua terpidana akan dititipkan di ruang isolasi selama seminggu, jika membahayakan untuk orang lain dan diri sendiri maka keduanya tetap ditempatkan di kamar isolasi. Setelah keduanya bebas agar diadakan koordinasi dengan pihak Lapas untuk pemantauan.

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: M Abduh Kuddu
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help