TribunKaltim/

Waspada! Jangan Konsumsi Daging Asal Malaysia Lagi Ya, Ini Alasannya

Saat ini Indonesia mengeluarkan kebijakan penambahan daging Allana untuk menutup kebutuhan konsumsi masyarakat akan daging segar.

Waspada! Jangan Konsumsi Daging Asal Malaysia Lagi Ya, Ini Alasannya
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Daging kerbau merk Allana yang diamankan aparat di Nunukan. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Dokter hewan karantina pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Wilayah Kerja Nunukan, drh Sapto Hudaya memastikan, semua daging kerbau asal India yang didatangkan dari Malaysia ke Nunukan, ilegal.

Daging Allana itu dibeli dari Malaysia tanpa kelengkapan surat rekomendasi karantina negara asal sehingga hal itu rentan penyakit berbahaya.

"Simpelnya semua Allana yang masuk Nunukan via Malaysia pasti ilegal," ujarnya, Kamis (3/8/2017).

Dia menjelaskan, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengimpor daging dari luar negeri.

Baca: Baru Tahu, Ini loh 11 Titik Masuknya Barang Ilegal dari Malaysia

Meskipun saat ini Indonesia mengeluarkan kebijakan penambahan daging Allana untuk menutup kebutuhan konsumsi masyarakat akan daging segar, namun yang resmi sementara ini melalui Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

"Cuma satu pintu. Tanjung Priok. Itu yang dikelola PT Bulog. Karena setahu saya sampai saat ini belum diswastanisasi,” katanya.

Impor Allana inipun telah melalui pengecekan detail ke negara asal rumah pemotongan hewan (RPH).

“Kementerian Pertanian RI telah melakukan survei ke negara India dan menentukan mana yang layak? Bahkan dari lima belas RPH, Kementan RI hanya menyetujui beberapa saja. Tidak acc semuanya,” ujarnya.

Baca: Warga Malaysia yang Ditangkap Rutin Selundupkan Daging dan Sayuran

Soal daging Allana yang melalui Malaysia,” Kami nggak tahu, apa memenuhi ketentuan? Salah satunya tanpa tulang. Karena masih memungkinkan penyebaran virus berbahaya kuku dan mulut. Selain itu, apa iya pH-nya di bawah 6 ?" ujarnya.

Pada kurun waktu Januari - Juli 2017, Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Wilayah Kerja Nunukan menerima dua kali penyerahan penggagalan penyelundupan Allana ilegal dari Malaysia.

Sebanyak 100 kilogram dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan 611/Awang Long dan 544 kilogram dari TNI Angkatan Laut.(*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help