TribunKaltim/

Parenting

Meski Hangat Tapi Ada Risikonya Lho Bayi Tertidur di Dada Orangtua

Meski dada ayah atau ibu merupakan tempat yang hangat bagi bayi, tetapi ternyata para orangtua tidak disarankan membiarkan bayinya tertidur di sana.

Meski Hangat Tapi Ada Risikonya Lho Bayi Tertidur di Dada Orangtua
thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO -- Meski dada ayah atau ibu merupakan tempat yang hangat bagi bayi, tetapi ternyata para orangtua tidak disarankan membiarkan bayinya tertidur di sana.

Bahaya yang mungkin timbul antara lain risiko sesak napas atau sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Demikian menurut penelitian yang dilakukan oleh Lullaby Trust, organisasi yang memberi saran keamanan tidur pada bayi.

Para ahli dari organisasi tersebut menyebutkan, orangtua yang tertidur dengan membiarkan bayi terlelap di dadanya adalah tindakan berbahaya.

Risiko SIDS pada bayi akan meningkat sampai 50 persen.

Baca: Tambah Fasilitas Layanan Jantung, RSUD AWS Bisa Layani 150 Pasien Sehari

Bukan hanya itu, menurut salah satu laporan di Inggris dan Wales, diperkirakan satu dari enam bayi yang mengalami SIDS ditemukan tertidur dengan orang dewasa di sofa.

"Tidur di sofa atau kursi dengan bayi adalah salah satu situasi paling berisiko," kata juru bicara Lullaby Trust.

Orangtua yang tidur dengan bayi memang menjadi topik kontroversial.

Di banyak budaya, bayi yang tidur dengan orang dewasa adalah hal biasa. Tetapi, di negara barat hal itu tidak direkomendasikan.

Baca: Ingin Bercinta di Toilet Pesawat? Sebaiknya Jangan Ya, karena. . .

Menurut Lullaby Trust, jika bayi tertidur saat sedang dipeluk di dada, segera letakkan di tempat tidurnya.

Sementara itu, jika ibu menyusui, sebaiknya ada orang dewasa lain yang menemani atau susui bayi dalam posisi yang tidak memungkinkan bayi tertindih.

Orangtua yang merokok, minum alkohol, mengonsumsi obat-obatan, atau sedang sangat kelelahan, juga tidak disarankan tidur bersama bayinya. (Kompas.com/Lusia Kus Anna)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help