TribunKaltim/

Penyu Hijau

Penyu dan Kura-kura Ternyata Berbeda, Ini Penjelasannya

BAGI sebagian orang, masih ada yang belum tahu membedakan binatang reptil yang memiliki perlindungan tubuh cangkang seperti kura-kura dan penyu.

Penyu dan Kura-kura Ternyata Berbeda, Ini Penjelasannya
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Pulau Sangalaki merupakan pulau wisata sekaligus kawasan konservasi penyu. Belum lama ini dikabarkan adanya fenomena perubahan warna air laut yang berwarna pink, namun fenomena ini dibantah oleh Camat Pulau Derawan yang langsung mendatangi lokasi. 

TRIBUNKALTIM.CO - BAGI sebagian orang, masih ada yang belum tahu membedakan binatang reptil yang memiliki perlindungan tubuh cangkang seperti kura-kura dan penyu. Sekilas, melihat wujud rupa binatang ini seakan serupa. Namun sebenarnya, masing-masing sangatlah berbeda, memiliki ciri tersendiri, lain dari satu keluarga.

Maslim Asingkly, seorang peneliti muda lulusan Magister Biosains Hewan dari Institut Pertanian Bogor, pernah melakukan pengamatan reptil berkepala plontos ini, yang tanpa ditumbuhi sehelai rambut.

Dia melakukan penelitian di berbagai tempat, termasuk satu di antaranya perairan Kaltim yang sekarang Maslim aktif sebagai peneliti The Wildlife Conservation Society Indonesia wilayah Kaltim.

Dalam ilmu biologi hewan, ada pembagian ketiganya, yang sangat berbeda. Ketiga yang dimaksud adalah kura-kura, penyu, dan labi-labi. Ketiga binatang ini, kalau dipandang memang mirip. Tetapi ketiganya adalah berbeda !

"Kura-kura sama penyu dengan labi-labi jelas berbeda. Binatang ini berbeda. Kita harus bisa bedakan supaya jangan salah," katanya kepada Tribun, Sabtu (29/7).

Yang pertama, jelas dia, kura-kura itu memiliki kaki yang berbentuk bulat dan bisa dimasukkan ke dalam tempurungnya. Hidup kura-kura berada di darat. Sekalipun berada di air seperti sungai, itu tidak untuk menetap lama, karena bukan habitatnya. "Ke air hanya menyeberang. Ini pun sungai yang dangkal," ungkapnya.

Kura-kura tempatnya bukan di laut. Berbeda halnya, penyu berciri khas selalu menempati di alam air asin. Kehidupan yang mencolok selalu suka berada di laut yang luas. Dimulai dari proses reproduksi dengan lawan jenis, bermigrasi menjelajah ke berbagai tempat, hingga mencari makan selalu dilakukan di laut. Tanpa laut, sama saja penyu akan menjemput maut.

Biasanya, penyu yang betina naik ke darat karena ada kepentingan lain, yakni bertelur. Ini dilakukan di pinggir pantai, telur yang dikeluarkannya di tanam dalam tanah. Harapannya, telur terlindungi, mendapat suhu hangat yang nantinya akan berproses menetas kemudian menetas menjadi anak penyu.

"Paling gampang membedakan dari kakinya lagi. Kura-kura bertapak bulat. Sementara penyu bentuk kakinya berselaput. Berfungsi untuk memudahkan berenang, yang selalu ada di air," tuturnya.

Lain lubuk lain ilalang, labi-labi hidupnya di air namun yang sifat airnya tawar, bukan bergaram seperti penyu yang tempat tinggalnya di laut. Labi-labi tempat favoritnya di danau atau sungai. "Biasanya orang sering sebut labi-labi dengan nama bulus. Ini banyak bisa kita temui," kata Maslim. (*)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help