TribunKaltim/

Tempat Asyik buat Nongkrong dan Minum Kopi ya di Meracikopi

KOPI menjadi salah satu minuman khas yang sering disajikan di tempat nongkrong, khususnya bagi para pecinta kopi.

Tempat Asyik buat Nongkrong dan Minum Kopi ya di Meracikopi
Tribun Kaltim/Jino Prayudi K
Meracik kopi di kedai Meracikopi 

KOPI menjadi salah satu minuman khas yang sering disajikan di tempat nongkrong, khususnya bagi para pecinta kopi. Dengan secangkir kopi bisa menjadi temang ngobrol yang tak ada habisnya. Bersama teman atau klien kerja ditemani dengan secangkir kopi bisa menghasilkan obrolan yang bermanfaat.

DARI hasil obrolan panjang di sebuah warung kopi pun terkadang bisa melahirkan sebuah inspirasi. Termasuk bisnis yang dijalani Ridwan Hidayat saat ini, yakni membuka warung kopi yang diber nama 'Meracikopi'. Warung spesial kopi ini berada di kawasan Jl. Indrakila, Gunung Samarinda, Balikpapan Utara.

Baca: Julie Estelle Kangen Kedai Kopi Ini, di Mana sih? Yuk Intip

Kepaa Tribun, Ridwan bercerita asal muasal lahirnya tempat ngopi tersebut. Semua berawal dari obrolan di sebuah warung kopi 'Klinik Kopi', Kota Yogyakarta. Pria lulusan Manajemen Universitas Islam Indonesia tahun 2005 ini awalnya bukanlah seorang pecinta kopi. Namun saat diajak teman kerjanya nongkrong ke Klinik Kopi, dan tentunya mencoba minum kopi kok jadi tertarik.

Di sana Iwan panggilan akrabnya bertemu Pepeng, penyeduh sekaligus pemilik warung kopi itu. Ridwan mendapatkan ilmu dari Pepeng tentang bagaimana cara meroasting kopi serta memilih biji kopi yang benar.

"Dia (Pepeng) langsung keluarin laptopnya dan ngasih liat video cara roasting kopi itu seperti apa. Pernah juga saya diajak ke tempat roasting miliknya. Ruangannya kecil dan ada mesin penggoreng kopi di ruangan miliknya," kata Ridwan.

Dari situlah ia mulai tertarik membuat kopi. Referensi tentang kopi ia perluas. Ia lalu kenalan dengan para barista atau brewer yang ada di Yogyakarta. Beberapa kedai kopi seperti Otentikopi, Kopi Ketjil dan Balai Kopi Jogo Karyan menjadi referensi menambah ilmu seputar kopi.

Namun di tahun itu ia belum memikirkan membuka kedai kopi. Hingga suatu ketika pada 2015 orangtuanya meminta Ridwan kembali ke Balikpapan. Kala itu ia merasa dilema antara melanjutkan kerja di Yogya atau pulang kampung. Lantas ia mencoba melamar ke beberapa perusahaan yang ada di Balikpapan.

Baca: Prostitusi Warung Kopi di Jalan Raya Samarinda-Tenggarong Ini Ternyata Belum Diendus Satpol PP

Sayang hasilnya nihil tidak ada tawaran lowongan yang ia ajukan ke beberapa perusahaan. Hingga akhirnya, ia bersama saudara iparnya inisiatif membuka sebuah kedai kopi. Dari modal gabungan mulai membuat konsep warung kopi itu seperti apa. Modal yang tidak terlalu besar Ridwan berpikir bagaimana caranya agar bisnis kopinya segera terlaksana. Hingga keberuntungan berada di tangan alumni SMAN 1 Balikpapan ini.

Teman semasa sekolahnya menawarkan ruko sebagai tempat berjualan kopi. "Awalnya dari grup WA alumni sekolah. Ternyata teman saya langsung merespon untuk dipakai ruko miliknya yang sekarang dipakai sekarang ini," tuturnya.

Ia tidak harus membayar kontrak tahunan. Namun dengan sistem bagi hasil setiap bulannya. Modal awalnya hanya untuk membeli kopi, peralatan kopi dan furnitur. Hingga Mei 2017 ia mulai membuka bisnis tersebut.

Tidak ada filosofi khusus nama Meracikopi. Hanya saja ia memiliki misi untuk mengenalkan metode pembuatan kopi sampai jenis biji kopi. "Tujuannya kita memang ingin memberikan edukasi kepada pembeli tentang kopi. Jadi tidak hanya nongkrong sambil ngopi harapannya ada edukasi setelah nongkrong disini," ucapnya.

Suasananya yang begitu tenang dengan ornamen furnitur dari kayu membuat siapapun yang duduk akan merasakan santai. Lalu pengunjung bisa melihat brewer atau barista meracik kopi pesanannya.

Harga kopinya terjangkau, mulai Rp 8 ribu sudah bisa menikmati kopi nikmat. Selain itu parkir yang luas dan tidak agak masuk ke dalam sehingga tidak takut kendaraan Meracikopi buka mulai pukul 3 sore sampai 12 malam. Tutup hari senin. (*)

Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help