TribunKaltim/

Darurat Narkoba

Waspada, Narkoba di Rokok Elektrik Tersebar di Kaltim

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, saat ini tengah memantau peredaran narkoba jenis baru, yang bercampur dengan liquid rokok elektrik.

Waspada, Narkoba di Rokok Elektrik Tersebar di Kaltim
ilustrasi.net
Rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan vaping (e-cigarette) akan dilarang penjualannya oleh Pemerintah karena dianggap membahayakan konsumennya. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, saat ini tengah memantau peredaran narkoba jenis baru, yang bercampur dengan liquid rokok elektrik atau vape.

"Di Kaltim belum ada, tapi kemungkinan beredar Kaltim bisa saja terjadi, terlebih di Kaltim, pengguna rokok elektrik cukup tinggi," ucap Kabid Pemberantasan BNNP Kaltim, AKBP H Tampubolon, Selasa (8/8/2017).

Lanjut dia menjelaskan, bandar maupun pengedar, memiliki banyak cara dan metode untuk mengedarkan narkoba, bahkan saat ini para pelaku juga dinilai telah mempelajari metode pengungkapan aparat penegak hukum.

Baca: Warga Samarinda Ulu Ini tak Berkutik Saat Bongkahan Kristal Miliknya Diamankan

"Metode yang menarik, dulu kita temui narkoba di permen, yang menarik minat anak-anak, sebagai upaya mereka mencari pelanggan sejak usia dini, jadi kalau sejak kecil sudah jadi pengguna, besarnya jadi pengedar," tuturnya.

"Mereka melihat tren saat ini, tren gunakan rokok elektrik, mereka campurkan dengan narkoba. Seperti tembakau gorila, di Kaltim pernah ada, dan bukan tidak mungkin narkoba di rokok elektrik juga ada di Kaltim," tambahnya.

Baca: Kejati Jebloskan 5 Tersangka Korupsi Pemecah Ombak Pantai, Segini Nilai Proyeknya

Dari informasi yang ada, narkoba jenis baru tersebut telah masuk ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan komposisi liquid asli dicampur dengan ganja sintetis.

Harganya juga tergolong cukup mahal, per 5 ml dijual seharga Rp 500 ribu, dan penjualannya menggunakan sistem online.

"Efeknya kurang lebih flakka, jadi sangat berbahaya. Kami minta warga lebih hati-hati lagi, kalau ada yang menjual narkoba seperti ini, segera laporkan ke kami," ungkap mantan Kepala BNNK Balikpapan itu. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help