TribunKaltim/

Ketika Gerak Jari di Keypad Berpotensi Bui, Polisi Ultimatum Netizen Waspada Rambu Pencet-memencet

"Tapi, dengan dia (Sri) mem-post itu sebenarnya dia sudah tahu apa yang dia lakukan," kata dia.

Ketika Gerak Jari di Keypad Berpotensi Bui, Polisi Ultimatum Netizen Waspada Rambu Pencet-memencet
NET
ILUSTRASI 

TRIBUNKALTIM.CO - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, setiap post yang diunggah ke media sosial dan merugikan orang lain ada ancaman pidananya.

Ancaman ini tetap belaku meskipun pengunggah tak memahami tindakannya tersebut.

Hal ini disampaikan Setyo menanggapi penangkapan terhadap ibu bernama Sri Rahayu (32), pemilik akun Facebook Sri Rahayu Ningsih oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Sabtu (5/8/2017).

"Kami terpaksa harus menegakkan hukum untuk dikenakan Undang-Undang ITE, walaupun yang bersangkutan merasa tidak tahu, tidak punya niat," ujar Setyo saat menghadiri acara wisuda Purnawira Polri di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (9/8/2017).

"Tapi, dengan dia (Sri) mem-post itu sebenarnya dia sudah tahu apa yang dia lakukan," kata dia.

Setyo mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah mengunggah konten atau ujaran kebencian yang menjatuhkan orang lain.

Tindakan Sri diharapkan menjadi pelajaran bahwa sebelum menunggah suatu konten atau tulisan perlu dipikirkan kembali dampaknya terhadap orang lain.

Sebab, jika unggahan tersebut termasuk dalam kategori ujaran kebencian, baik terhadap presiden, etnis atau kelompok tertentu, maka polisi harus menegakkan hukum.

"Kepada seluruh masyarakat secara bijak menggunakan media sosial, jangan terlalu mudah untuk memencet-mencet," kata Setyo.

Halaman
12
Editor: Kholish Chered
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help