TribunKaltim/

Tarakan

Airport Manager Lion Air Tarakan, Moses, Minta Pilot Lion Air Dipecat

Airport Manager Lion Air Tarakan, Moses mengatakan, harusnya caption pilot harus dapat mengerti dan mau menunggu penumpang yang lagi proses check-in.

Airport Manager Lion Air Tarakan, Moses, Minta Pilot Lion Air Dipecat
TRIBUNKALTIM/JUNISAH
Airport Manager Lion Air Tarakan Moses (baju biru) menghadapi penumpang yang protes karena tertinggal pesawat. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Kehebohan terjadi di depan check in counter Lion Air, setelah 120 penumpang maskapai penerbangan Lion Air rute Tarakan-Balikpapan, Jakarta dan Surabaya dengan nomor penerbanga JT 673, ditinggal pesawat Lion Air yang take-off dari Bandara Juwata Tarakan menuju Bandara AJi Sulaiman Sepinggan Balikpapan, pukul 06.20 Wita, Jumat (11/8).

Melihat pesawat Lion Air telah lepas landas, 120 penumpang langsung kaget dan marah-marah kepada petugas check-in Lion Air. Pasalnya, masih banyak penumpang yang masih antre melakukan check-in di depan konter, namun pesawat sudah berangkat.

Airport Manager Lion Air Tarakan, Moses mengungkapkan, penumpang yang mengalami delay, semuanya telah diberangkatkan dengan menggunakan pesawat Lion Air. Begitupula dengan penerbangan lainnya yang juga sempat mengalami keterlambatan akibat peristiwa ini.

"Semua penumpang sudah kita berangkatkan, baik penumpang delay tadi pagi, maupun penumpang tujuan direct Surabaya dan Makassar semua kita berangkatkan. Untuk calon jemaah haji Bulungan dan Tarakan kita terbangkat pukul 18.00 Wita," ujarnya.

Menurut Moses, khusus calon jemaah haji nantinya menggunakan extra flight yang pesawatnya didatangkan dari Jakarta. "Dengan adanya peristiwa ini kami tambah satu extra flight. Extra flight ini kita khususkan mengangkut calon jemaah haji Bulungan dan Tarakan," ujarnya.

Moses mengatakan, bahwa 120 penumpang ditinggal pesawat, Lion Air pukul 06.20 wita, Senin (11/8), dikarenakan sistem check-in di counternya sedang mengalami down atau masalah. Sehingga sistem check-in dilakukan secara manual.

"Karena sistem check-in kita down, jadi proses check-in kita lakukan secara manual, baik itu bagasi penumpang maupun boarding pass penumpang. Pada saat proses check-in, staf operasi kami sempat telepon captain pilot untuk menunggu, karena penumpang sedang check-in. Tapi pilot menolak dan tidak mau menunggu. Pilot langsung take-off sesuai dengan jadwal terbangnya," ungkapnya.

Menurut Moses, seharusnya dengan kejadian ini, caption pilot harus dapat mengerti dan mau menunggu penumpang yang lagi proses check-in. Tapi ternyata pilot tidak mau menunggu dan langsung terbang meninggalkan penumpang yang masih check-in.

"Akibat pilot tidak mau menunggu, membuat penumpang marah-marah dan tidak mau menerima. Saat terbang pilot hanya mengangkut 85 orang. Adanya kejadian ini kami minta pilot ditegur keras dan dilakukan pemecatan. Sebab kejadian ini menyebabkan kami mengalami kerugian yang cukup besar," ujarnya.

Diakui Moses, sudah tiga hari sistem check-in Lion Air mengalami down. Bahkan bagian teknisinya sudah memperbaikinya. Namun ternyata jaringan internetnya masih belum berjalan maksimal, sehingga sistem tetap mengalami down. "Saya juga tidak tahu kenapa sistem check-in, kami bisa down ini diluar kendali kami," ujarnya.(*)

Penulis: Junisah
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help