TribunKaltim/

Ibadah Haji

Bahagia ke Mekkah Sedih Meninggalkan Keluarga

Berhati-hati saat berada di sana. Banyak calhaj Indonesia tersesat, karena tidak mengikuti anjuran pendamping haji

Bahagia ke Mekkah Sedih Meninggalkan Keluarga
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Jemaah haji Bulungan diberangkatkan menuju Embarkasi Balikpapan, Kalimantan Timur saat musim haji tahun 2016 lalu, tepatnya 20 Agustus. 

* Isak Tangis Warnai Keberangkatan Calhaj Malinau
JADWAL keberangkatan calon haji (Calhaj) Malinau diperkirakan pukul 09.00, Kamis (10/8). Namun, sejak pukul 06.30 seluruh calhaj sudah berkumpul di Masjid Al-Kautsar, Kecamatan Malinau Kota. Setiba di masjid itu, seluruh calhaj langsung melaksanakan sholat Tahiyatul Masjid untuk menghormati masjid.

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Sepanjang pelaksanaan sholat Tahiyatul Masjid, sudah terdengar isak tangis calhaj. Bahagia karena sebentar lagi akan menginjakkan kaki di tanah suci Mekkah membuat calhaj tidak sungkan meneteskan air mata. Namun kebahagiaan tersebut juga dibarengi dengan kesedihan karena akan meninggalkan sanak keluarga.

Sesudah melaksanakan shalat penghormatan masjid yang merupakan rumah Allah SWT, kegiatan sebelum menuju Tarakan dan selanjutnya ke Jakarta, seluruh calhaj membaca surah Yasin. Kembali isak tangis terdengar mewarnai pembacaan ayat suci Al Qur'an itu. Bukan hanya calhaj, keluarga yang mendengarkan pun ikut menangis.

Salah satu calhaj Iwan Darma Yuana mengungkapkan, tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti yang saat ini ia rasakan. Sejak tahun 2011 lalu ia mendaftar haji, ia tidak menyangka akan berangkat dalam waktu kurang lebih 5 tahun kedepannya. Padahal, saat itu ia sempat gundah gulana karena ada pemotongan jatah calhaj Indonesia.

"Syukur alhamdulillah! Saya bisa segera mengunjungi Kiblat ummat Islam di Mekkah. Tidak terbayang, kalau kuota haji tidak dikembalikan maka saya harus menunggu beberapa tahun lagi. Bahagia bercampur sedih membaur menjadi satu di dalam hati ini. Cita-cita untuk Haji, insha Allah akan segera terlaksana dan membuat saya bahagia. Tapi, meninggalkan anak dan keluarga membuat saya juga sedih," ungkapnya sambil tersenyum bahagia.

Sebelum calhaj menumpang bus ke pelabuhan speedboat Malinau menuju Tarakan, Kepala Kantor Kemenag Malinau, H Ishak kembali meminta kepada para calhaj untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT dalam melaksanakan ibadah Haji tahun 2017 ini. Ibadah, paling utama dari hal lainnya.

"Berhati-hati saat berada di sana. Banyak calhaj Indonesia tersesat, karena tidak mengikuti anjuran pendamping haji. Jadi, ikuti dan turuti semua aturan yang telah ditetapkan oleh pendamping. Sebab, aturan tersebut dibuat sesuai dengan pengalaman pendamping calhaj. Berjalan berombongan akan lebih aman daripada berjalan sendiri-sendiri," jelasnya.

"Obat-obatan pribadi juga jangan lupa dibawa. Kalau memang sudah tidak ada, usahakan membelinya di Indonesia. Susah kalau mau beli obat lagi di Mekkah. Kemudian, penting pula saya sampaikan agar calhaj tidak membawa benda-benda logam tajam. Kalau kedapatan seperti itu, maka akan menjadi penyebab tertundanya keberangkatan. Kalau sudah seperti itu, yang kena semua rombongan," tegasnya. (*)

Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help