TribunKaltim/

Kelompok Teroris Ancam Ledakkan Kilang, Ternyata Ini yang Terjadi

Di atas speedboat berdiri sejumlah orang bertopeng lengkap dengan senjata api maupun senjata tajam. Perlahan, speedboat tadi mendekati lambung kapal

Kelompok Teroris Ancam Ledakkan Kilang, Ternyata Ini yang Terjadi
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
GLADI KOTOR -Komando Pasukan Katak TNI AL melakukan reapling dari helikopter saat gladi kotor persiapan Latihan Kesiapsiagaan Operasi Koarmatim di Perairan Pelabuhan Semayang Balikpapan, Rabu (9/8). Latihan simulasi pembajakan kapal ini dalam rangka meninjau kesiapan TNI-AL dan instansi lain dalam rangka penanganan teror di laut. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Jumat (11/8) pagi, suasana di perairan Teluk Balikpapan berbeda dari hari biasanya. Beberapa speedboat melaju kencang tak jauh dari dermaga Pelabuhan Semayang, Balikpapan.

Di atas speedboat berdiri sejumlah orang bertopeng lengkap dengan senjata api maupun senjata tajam. Perlahan, speedboat tadi mendekati lambung kapal tangker MT Sangatta. Satu per satu, personelnya berusaha naik ke atas kapal. Mendapati situasi yang sangat mencurigakan, kapten kapal tangker bermuatan penuh bahan bakar tersebut segera mengirimkan distress signal (sinyal gawat darurat).

Komandan Lanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Irwan SP Siagian yang menerima sinyal bantuan marabahaya dari pantai mengambil langkah sigap. Ia langsung menghubungi pemilik kapal, Syahbandar dan melaporkan peristiwa tersebut kepada Panglima Armada Timur RI (Pangramatim).

Baca: 30 Pasukan Elit Latihan di Balikpapan, Mau Tahu 7 Kemampuan Mereka, Jangan Lewati Nomor 4!

Pangratim pun memerintahkan Danlanal Balikpapan melakukan aksi awal. Beberapa unsur kapal patroli dikerahkan memastikan posisi kapal tangker tadi. KAL Lamaru melaju ke posisi terakhir MT Sangatta. Dalam perjalanan, ketika hendak memanggil MT Sangatta melalui radio marine band chanel 16. Dengan nada yang tidak bersahabat, pimpinan pembajak yang ternyata kelompok teroris, AM Farouk menyatakan MT Sangatta bersama ABK sudah mereka kuasai.

“Kami meminta tebusan 2 juta dollar dan menuntut pembebasan rekan kami Elhamid (napi teroris) di Rutan Balikpapan,” kata AM Farouk.

Negosiasi pun terjadi. Merasa tuntutannya tidak diindahkan, melalui sambungan radio AM Farouk mengancam akan membunuh satu per satu ABK MT Sangatta dan berencana membelokan kapal menuju Balikpapan untuk menabrakkan ke kilang minyak.

Mendapat laporan dari Pangratim bahwa kondisi semakin mengkhawatirkan, Panglima TNI lantas mengeluarkan taklimat segera memberlakukan rencana operasi kontijensi penganggulangan teroris RO Jala Gebah 2017. Hasil analisa krisis terkait salah satu tuntutan mengenai pembebasan napi itu dikategorikan sebagai ancaman teroris.

Tanpa membuang waktu, Pangratim mengirimkan satuan komando pasukan katak dan unsur KRI yang sedang beroperasi di perairan Selat Makassar, yakni KRI Frans Kaisepo 368, KRI Lambung Mangkurat 374, KRI Hasan Basri 382 dan KRI Pandrong 801.

Baca: TNI AL Serius Susun Strategi Menghadapi Teroris di Perairan Teluk Balikpapan Besok

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help