TribunKaltim/

Perda Retribusi Balikpapan Disetujui Pusat

Kota Balikpapan akan segera menggunakan e-Parking. Sistem eParking ini akan diresmikan pada 17 Agustus mendatang.

Perda Retribusi Balikpapan Disetujui Pusat
tribunkaltim.co/Mustarno
Ilustrasi 

BALIKPAPAN TRIBUN -Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Sayid MN Fadli menyampaikan kabar gembira bahwa Perda Retribusi kota Balikpapan saat ini telah disetujui oleh Pusat. Dengan demikian Pemkot berharap dengan adanya Perda Retribusu yang baru tersebut, pendapatan asli daerah kota Balikpapan dapat dimaksimalkan.

"Sekarang ini kita baru mendapat persetujuan dari pusat, mudah-mudahan lebih maksimal memungutnya dengan adanya Perda baru ini," katanya. Disampaikannya, saat ini pemerintah kota Balikpapan sudah berupaya mengonlinekan retribusi.

Menurutnya saat ini seluruh sistem telah mengarah pada elektronik termasuk soal parkir. Sehingga kota Balikpapan akan segera menggunakan e-Parking. Sistem eParking ini akan diresmikan pada 17 Agustus mendatang.

Menurutnya, e parking bukan hanya untuk pemerintahan, tetapi juga di beberapa tempat swasta juga akan digunakan. Hal tersebut sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat yakni e-money yang memungkinkan masyarakat membayar retribusi tanpa menggunakan uang cash.

Inovasi tersebut juga berfungsi untuk meminimalisir kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini dilakukan menyusul makin menjamurnya parkir liar di kota Balikpapan. Dengan diberlakukanya parkir elektronik ini, secara otomatis akan diikuti penghapusan sitem parkir berlangganan yang selama ini diterapkan.

Sebab dengan parkir elektronik, uang parkir akan langsung dibayarkan pada mesin yang telah disiapkan di titik-titik parkir sehingga potensi untuk kehilangan pendapatan dari retribusi parkir bisa ditekan.

Pihaknya menyebutlan bahwa untuk saat ini PAD dari sektor pajak di kota Balikpapan telah melebihi target. Sementara untuk retribusi belum memenuhi target lantaran ada beberapa kendala, diantaranya yakni belum disesuaikannya tarif retribusi sesuai dengan perda yang baru.

"Kalau pajak sudah melebihi target, tapi kalau retribusi masih belum karena kita menunggu Perda retribusi dan penyesuaian nilai retribusi, setelah disetujui pusat semoga tahun ini sudah bisa diterapkan, minimal bulan depan sudah bisa efektif," katanya.

Adapun perubahan mengenai retribusi terutama dari sisi besaran dan lain sebagainya akan disosialisasikan ke seluruh SKPD pemungut retribusi. " Insyaallah dengan Perda baru ini mudah-mudahan masalah retribusi tidak maksimal itu bisa kita minimalkan, selama ini tidak maksimal tidak maksimalnya adalah nilai retribusi nya sudah ketinggalan dan tidak mengikuti perda baru," katanya. (ald)

Penulis: Muhammad Alidona
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help