TribunKaltim/

15 Rumah Warga di Tabang Hangus Terbakar, Diduga Sumber Api dari Tempat Ini

Sebanyak 15 rumah warga hangus terbakar di Desa Sidomulyo RT 4, Kecamatan Tabang, Kukar, Kamis (10/8) sekitar pukul 23.15 wita.

15 Rumah Warga di Tabang Hangus Terbakar, Diduga Sumber Api dari Tempat Ini
HO - BPBD Kota Balikpapan
Petugas Pemadam Kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar belasan kios 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Sebanyak 15 rumah warga hangus terbakar di Desa Sidomulyo RT 4, Kecamatan Tabang, Kukar, Kamis (10/8) sekitar pukul 23.15 wita. Sedangkan 12 rumah sengaja dirusak untuk mencegah api menjalar lebih luas.

Suasana panik sempat dialami warga di sekitar lokasi kebakaran. Selain menyelamatkan barang-barang berharga, warga juga berjibaku menyiramkan air ke sumber api. Maklum, desa yang terletak di kecamatan paling hulu Kukar ini tidak tersedia unit pemadam kebakaran, baik tingkat desa atau kecamatan. Warga mengandalkan mesin alkon milik mereka. Warga dari beberapa desa tetangga berdatangan ikut membantu dalam memadamkan api.

"Warga memukul gong berkali-kali untuk memberitahukan kepada seluruh warga terkait adanya musibah kebakaran di Sidomulyo," kata Daleq, Camat Tabang kepada Tribun, Jumat (11/8).

Dari rangkuman data Polsek Tabang dilaporkan, sumber api bermula dari rumah Sarina. Ia terbangun dari tidurnya saat melihat kobaran api dari arah dapurnya, tepat di tempat kompor. Api sudah membakar bagian lantai dan dinding kayu rumah korban. Korban sempat membangunkan Aspuri, suaminya.

Aspuri berupaya memadamkan kobaran api, tapi sia-sia karena api makin membesar sehingga susah dipadamkan. Pasangan suami-istri ini langsung menyelamatkan diri. Mereka meninggalkan rumahnya yang dilalap api. Kobaran api segera menyambar bangunan warga di sekitarnya.

Sekretaris Adat Besar Tabang Andreas Masing Djiu ikut turun ke lokasi kebakaran. Ia naik motor dari kediamannya di Desa Muara Pedohon ke Sidomulyo sekitar 10 menit. Pemadaman dilakukan secara manual dengan menggunakan alkon milik warga.

"Saya lihat warga menggunakan mesin alkon mereka untuk menyiramkan air. Warga gotong-royong memegang selang air," ujarnya.

Kondisi rumah warga ini berdekatan dalam jarak 1-2 meter. Posisinya juga berada di pinggir Sungai Belayan. Rumah warga di kiri-kanan jalan ini hangus terbakar. Angin kencang membuat kobaran api melalap rumah warga di seberang jalan.. Api dapat dipadamkan sekitar 3 jam kemudian atau pukul 02.20 wita.

Kebakaran kemarin malam merupakan kebakaran terbesar yang pernah terjadi di Tabang. Sebanyak 24 kepala keluarga atau 105 jiwa kehilangan tempat tinggal. Pihak kecamatan dan unsur muspika sudah mengambil langkah untuk menampung korban, yakni di Gedung BPU Sidomulyo.

Sejauh ini ratusan korban kebakaran mengungsi ke rumah keluarga terdekat mereka. Bantuan terus mengalir dari pemerintah desa, lintas pemerintahan dan masyarakat, berupa logistik, uang dan sembako.

"Kami juga membangun posko kebakaran di RT 5, lengkap dengan dapur umum untuk para korban kebakaran," ujar Camat Tabang. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab dari kebakaran itu. Dari lokasi kejadian, petugas membawa barang bukti berupa potongan kayu dan tabung gas yang terbakar. (*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help