TribunKaltim/

17 WNI yang Bergabung ISIS Diserahkan

17 WNI yang Sempat Bergabung dengan ISIS Diserahkan ke Indonesia di Perbatasan Suriah-Irak

Sebanyak 17 WNI yang sebelumnya bergabung ke kelompok ISIS telah diserahkan kepada perwakilan Indonesia di perbatasan Suriah-Irak, Selasa (8/8/2017).

17 WNI yang Sempat Bergabung dengan ISIS Diserahkan ke Indonesia di Perbatasan Suriah-Irak
(OMAR ALLOUCHE untuk BBC)
WNI yang berada di kamp pengungsi Suriah bersama petugas kamp, Omar Allouche (tengah). 

TRIBUNKALTIM.CO, RAQQA - Sebanyak 17 warga negara Indonesia yang sebelumnya bergabung dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) telah diserahkan kepada perwakilan pemerintah Indonesia di perbatasan Suriah-Irak, Selasa (8/8/2017).

Namun, pejabat Kementerian Luar Negeri RI mengatakan 'pemerintah masih mengupayakan', sebagaimana dilaporkan BBC Indonesia, Jumat (11/8/2017).

Petugas Kamp Ain Issa di Suriah, Omar Allouche, mengatakan para WNI telah meninggalkan Suriah. Sebelumnya, mereka menetap di kamp pengungsian Ain Issa, sekitar 50 kilometer di utara Raqqa, ibu kota “kekhalifahan” Islam versi ISIS.

Penyerahan 17 WNI itu juga disampaikan juru bicara Women Protection Unit, Nisreen Abdullah, sebagaimana dikutip kantor berita Associated Press.

Akan tetapi, Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) pada Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, menyebut pihaknya masih berkomunikasi dengan berbagai kelompok di Suriah, termasuk otoritas Kurdi di Suriah Utara.

Iqbal tidak secara tegas menjawab pertanyaan terkait kepulangan 17 WNI tersebut.

"Pemerintah masih mengupayakan. Kondisi di lapangan membuat prosesnya tidak mudah. Banyak kelompok berbeda menguasai wilayah itu," kata Iqbal.

Lebih dari itu, Iqbal menyatakan 17 WNI yang atas inisiatif sendiri pergi ke Raqqa itu bukanlah milisi ISIS. Iqbal mendasarkan pernyataannya pada investigasi sejumlah kelompok di Suriah.

"Kami memperoleh informasi bahwa mereka bukan fighters," tuturnya.

Iqbal mengatakan, 17 WNI tersebut berada di Raqqa pada 40 hari pertama keberadaan mereka di Suriah. "Sisanya di penjara serta rumah isolasi sampai mereka melarikan diri dengan bantuan pihak ketiga 10 Juni lalu," kata Iqbal.

Halaman
123
Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help