TribunKaltim/

Ibadah Haji

Calhaj Asal Tarakan yang Mendadak Wafat Meninggalkan 5 Orang Anak yang Masih Kecil

Meninggalnya calon jemaah haji (calhaj) Kota Tarakan Provinsi Kaltara Wahid Muhammad Ishak Bin Muhammad Ishak (42) membuat keluarganya sedih.

Calhaj Asal Tarakan yang Mendadak Wafat Meninggalkan 5 Orang Anak yang Masih Kecil
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Tiba di Kota Tarakan Provinsi Kaltara, jenazah calon jemaah haji (calhaj) Kota Tarakan Provinsi Kaltara Wahid Muhammad Ishak Bin Muhammad Ishak (42) diangkat oleh keluarga dan sahabat-sahabatnya, Sabtu (12/8/2017) 20.30 Wita. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Junisah

 TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Meninggalnya calon jemaah haji (calhaj) Kota Tarakan Provinsi Kaltara  Wahid Muhammad Ishak Bin Muhammad Ishak (42) membuat keluarganya sangat sedih.

Pasalnya almarhum Wahid yang tinggal di Jalan Kakap RT 8 No 92 Kelurahan Juata Laut meninggalkan lima orang anak yang masih kecil-kecil.

Wahid merupakan pengusaha yang memiliki toko bangunan.

Baca: Mengharukan, Ini Pesan Calhaj Asal Tarakan kepada Istrinya Sebelum Meninggal

Anak yang paling bungsu atau anak nomor lima masih berusia 7 bulan, anak keeempat masih berusia 3 tahun, dan anak nomor tiga masih berusia 4 tahun, anak kedua dan pertama masih duduk di Sekolah Dasar (SD).

“Kami keluarga sangat sedih sekali, apalagi lima orang anak beliau masih kecil-kecil semua. Jadi kami keluarga benar-benar sangat kehilangan. Beliau ini sangat baik dan sabar sekali orangnya. Mungkin kalau dipukul orang tidak akan membalas. Ini orang baik banget,” ujar Jumran, ipar almarhum, Sabtu (12/8/2017).

Baca: Ini Dugaan Penyebab Meninggalnya Calon Jemaah Haji Asal Tarakan

Menurut Jumran, keluarga sama sekali tidak menyangka, Wahid akan pergi untuk selama-lamanya.

Bahkan keluarga tidak ada firasat sama sekali.

Hanya saja waktu berangkat haji ada 20 mobil lebih yang mengantar beliau dengan istrinya.

Baca: Sempat Ikut Pengarahan Gubenur Irianto Lambrie, Wahid Calhaj Asal Tarakan Tiba-tiba Wafat

“Mungkin bisa dikatakan, kami ini rombongan paling banyak jumlahnya untuk mengantar calhaj Tarakan. Sebab kami itu mengantar beliau dengan istrinya ada 50 orang lebih dengan menggunakan 20 mobil. Apalagi banyak tetangga yang mengantar beliau waktu berangkat haji,” ujarnya.

Rencananya Wahid akan dimakamkan pada Minggu (13/8/2017) usai shalat dzuhur karena masih menunggu keluarga dari Sulawesi datang. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help