TribunKaltim/

Ibadah Haji

Ini Dugaan Penyebab Meninggalnya Calon Jemaah Haji Asal Tarakan

Wahid sendiri kata Andiek di pagi hari masih sempat mengikuti pengarahan dan pelepasan serta sambutan Gubernur Kaltara Irianto Lambire.

Ini Dugaan Penyebab Meninggalnya Calon Jemaah Haji Asal Tarakan
TRIBUN KALTIM/NALENDRO PRIAMBODO
Wahid Muhammad (41) calon jemaah haji Kloter II asal Kota Tarakan meninggal di Embarkasi Haji Balikpapan Sabtu (12/8/2017). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Nalendro Priyambodo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -  Kabar meninggalnya Wahid Muhammad (41) calon jemaah haji  Kloter II asal Kota Tarakan yang meninggal di Embarkasi  Haji Balikpapan Sabtu (12/8/2017) dibenarkan oleh  Kepala Bidang Kesehatan PPIH ( Panitia Penyelenggara Ibadah  Ibadah Haji) Embarkasi  Balikpapan, Andiek Ochman. 

 “Iya betul mas informasi itu (meninggalnya Wahid Muhammad),”  kata Andiek saat dihubungi Tribun, Sabtu (12/8/2017) petang  melalui sambungan telepon  seluler. 

Wahid sendiri kata  Andiek di pagi hari masih  sempat mengikuti pengarahan  dan pelepasan serta sambutan  Gubernur Kaltara Irianto  Lambire, di ruang Serbaguna  Embarkasi Haji Balikpapan, Sabtu (12/8/2017).

Baca: Sempat Ikut Pengarahan Gubenur Irianto Lambrie, Wahid Calhaj Asal Tarakan Tiba-tiba Wafat

Menjelang istirahat siang seki tar pukul 13.30 Wita, almarhum  Wahid sempat meminta izin  pada rombongannya kembali ke  kamar calhaj di Embarkasi  Balikpapan, karena merasa  pusing.

 “Tak berapa lama, di kamar, tiba-tiba (alm Wahid) kejang. Teman-temannya langsung melapor  ke klinik. Mendapat laporan  itu, ambulans tim kesehatan  di Embarkasi Haji Balikpapan langsung bersiap mendekati kamar, membawa ke klinik dan  diperiksa. Tensinya tinggi  230/180,” ujar Andiek.

 Baca: Lagi, Curhatan Istri yang Viral! Baru 3 Bulan Menikah, Suaminya Sudah Punya Selingkuhan

Dokter di klinik jelas Andiek,  langsung memberikan penanganan kegawatdaruratan termasuk  memberikan RJP ((Resusitasi  Jantung Paru). 

RJP sendiri  adalah tindakan pertolongan  pertama pada orang yang  mengalami henti napas, dengan  pemeriksaan nadi, kompresi  dada, pemberian napas buatan, dan tindakan lainnya.

Halaman
12
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help