TribunKaltim/

Keluarga Minta Ba'asyir Diizinkan Hidup di Luar Penjara, Begini Kondisi Ustad Sekarang

Keluarga meminta agar terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir diizinkan hidup di luar lembaga pemasyarakatan (LP) karena sakit-sakitan

Keluarga Minta Ba'asyir Diizinkan Hidup di Luar Penjara, Begini Kondisi Ustad Sekarang
AFP
Abu Bakar Ba'asyir

TRIBUNKALTIM.CO - Keluarga meminta agar terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir diizinkan hidup di luar lembaga pemasyarakatan (LP) karena sakit-sakitan dan sudah berusia lanjut. Pada Kamis (10/8) pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo tersebut dibawa ke Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, karena terkena gangguan pada kakinya.

"Keluarga melihat kondisi kesehatan Ustaz Ba'asyir semakin menurun. Serangan-serangan penyakit bisa terjadi mendadak karena kondisi fisik semakin tua," kata putra Baasyir, Abdul Rohim Baasyir, di Jakarta, Sabtu (12/8).

Keluarga berharap pemerintah dapat melihat sisi kemanusiaan dan memberikan kelonggaran agar Ba'asyir dapat menjalani sisa hukuman di rumah dan dekat dengan keluarga. Saat di rumah, Ba'asyir dapat diurus keluarga, sementara saat di LP Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, ia tidak bisa mendapat perawatan yang baik.

"Kami minta jangan hanya fokus pada kesalahan yang dituduhkan dan mengesampingkan sisi kemanusiaan. Semoga bisa didengar penyelenggara negara dan mempertimbangkan kondisi Ustaz," kata Abdul Rohim.

Tim Pengacara Muslim yang diwakili oleh Achmad Michdan menuturkan pihaknya telah mengajukan permohonan agar Ba'asyir dapat menjalani sisa hukuman pidana di rumah atau dekat dengan keluarga. Pertimbangannya agar kondisi psikologinya juga tidak terganggu.

Achmad mengatakan selama ini pihaknya juga mengusahakan agar keluarga dapat bertemu langsung dengan Baasyir selama di LP.

"Selama ini keluarga hanya bisa bicara melalui kaca, tidak bisa bertemu langsung. Hanya kami dan dokter bisa berjabat tangan dan berdialog, sementara keluarga hanya saat hari raya," katanya.

Pihaknya akan menyurati Presiden, Mahkamah Agung (MA), dan Dirjen Pemasyarakatan agar Ba'asyir dapat menghabiskan masa tuanya di tempat yang lebih baik. "Saya minta rakyat Indonesia mendoakan kesehatan Ustaz Ba'asyir," ujar Achmad Michdan.

Abu Bakar Ba'asyir yang berusia 80 tahun dibawa ke RS Harapan Kita, Jakarta, pada Kamis lalu, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan karena kakinya bengkak. Dari hasil pemeriksaan, diketahui terdapat masalah di pembuluh darah vena kaki.

"Vena dalam tidak kuat memompa darah ke atas. Katup-katup tidak ditemukan sumbatan dan flow arteri pembuluh darah utama bagus alirannya. Masalahnya di vena dalam dan katub yang menyebabkan kaki Ustaz bengkak," ujar Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), dr Joserizal Jurnalis. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help