TribunKaltim/

Borneo FC

Pertandingan Borneo FC Vs PS TNI Jadi Laga Penentuan Nasib Ricky Nelson

Pertandingan Borneo FC melawan PS TNI pada laga lanjutan pekan 19 Liga 1, Minggu (13/8) menjadi pertandingan penentuan nasib pelatih Ricky Nelson.

Pertandingan Borneo FC Vs PS TNI Jadi Laga Penentuan Nasib Ricky Nelson
SUPER BALL/Feri Setiawan/Feri Setiawan
Pelatih PBFC II, Ricky Nelson. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Borneo FC bakal menghadapi laga krusial melawan PS TNI pada laga lanjutan pekan 19 Liga 1, Minggu (13/8) pukul 16.00 Wita. Disebut laga krusial lantaran pertandingan tersebut menentukan kelanjutan nasib Ricky Nelson sebagai caretaker Borneo FC.

Sebelumnya managemen Borneo FC sudah mengultimatum Ricky agar menuai hasil baik pada laga melawan PS TNI di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (13/8).

Menyadari hal itu, Ricky mengatakan timnya wajib menang melawan PS TNI. Apaglagi laga tersebut dimainkan di kandang Borneo FC, yang pekan lalu kesuciannya hilang akibat tumbang di tangan Sriwijaya FC.

"Tidak ada pilihan lain kami harus bangkit. Kami harus bertekad besok tidak boleh lagi mengulangi kesalahan pemain. Mudah-mudahan diberi rezeki," ucap Ricky saat konferensi pers di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (12/8).

Meski bertekad menang, Ricky menyebut PS TNI bukan lawan mudah. Pasalnya skuat asuhan Ivan Kolev itu sama-sama punya motivasi ingin menang, lantaran pekan lalu mereka gagal mendulang poin di Bandung. "Kalau kalah ya kita juga kalah pekan lalu. Jadi besok gak ada pilihan lain selain menang," katanya.

Ricky mengaku timnya tak akan terpusat mewaspadai satu -dua pemain PS TNI. Pasalnya PS TNI selama ini menunjukkan karakter kerjasama tim yang baik. "Semua pemain PS TNI bekerja secara tim dan tidak mungkin antisipasi pemain. PS TNI punya semangat juang. Jadi kamu harus punya keinginan yang lebih besar, tidak boleh kalah semangatnya," ungkapnya.

Ia juga menuntut barisan penyerang Pesut Etam menebus kemandulan mereka. Pasalnya Borneo FC dalam dua laga terkahir gagal mencatatkan nama di papan skor. Hal itu turut berdampak pada hasil minor yang diraih Pesut Etam. "Pemain harus bekerja keras dan bertanggungjawab untuk membuat gol khususnya pemain depan," ujarnya.

Dalam dua laga terakhir itu, Ricky memasang komposisi lini dan yang berbeda. Manuver itu nyatanya belum mampu menghasilkan gol dan poin bagi Borneo FC.

Namun ia mengaku telah mempertajam finishing anak asuhnya dalam latihan terakhir. Ia yakin Lerby Eliandry, Terens Puhiri, Jefri Kurniawan, dan Sultan Samma bisa mengakhiri paceklik gol. "Di hampir dua hari ini latihan banyak finishing mempertajam kembali naluri mencetak gol pemain depan. Bangkitkan lagi mentalnya. kami tahu, hujatan datang dari sana-sini ketika tidak bisa mencetak gol, tapi kami ingin bangkit besok," ungkapnya dengan tegas.

Borneo FC saat ini hanya berjarak tiga tingkat dari dasar klasemen Iiga 1, dengan hanya mengumpulkan 24 poin dari 18 laga.(*)

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help